Lihat awan disana
Yang mulai mendung berwarna legam
Menggelayuti seluruh pikiran
Hujan meronta tuk basahi bumi yang gersang
Aku berdiri di sana
Menerawang jauh ke tepian pantai
ku katakan pada ombak yang berlalu-lalang
Inilah aku, Perempuan yang berpura tegar
Ku katakan pada Angin yang usil itu
Kebahagiaanku terseret waktu dan zaman
Aku tersenyum, Namun hati menangis
Beginilah peran ku sebagai aktor jalanan
Rumah ku bumi yang tandus
temanku hanya cibiran dan makian
aku tersenyum sebagai aktor jalanan
Cinta itu bukan aku, tapi harta yang membelengguku
Aku bosan menjadi aktor jalanan
Berpura tegar, baik dan ramah
Jiwaku pun ingin memberontak
Menerkam garangnya derita alam