Tiba-tiba kau hadir menawarkan diri sebagai pemilik tulang rusuk ini
Meyakinkanku bahwa cinta adalah ketaatan kepada Allah
Kau hibur risau ku dengan kelembutan kata-katamu
Kau berjanji untuk menjadi imam yang akan menuntunku meraih surga-Nya Allah
kekuranganku kau pandang sebagai
kelebihan untuk mu
Maka dipenuhilah kalbuku dengan harapan halal untuk menjadi istrimu
Hingga sampai ku minta kau pinta restu orangtua mu
Ku tunggu dengan do'a dalam sujud atas keputusanmu
seakan waktu begitu terlalu singkat untukku berdo'a pada yang Maha Kuasa
goresan tinta keputusanmu seperti awan kelabu yang siap memuntahkan air mata kesedihannya
Begitulah kenyataan yang ternyata orangtuamu tidak mengizinkan mu meminangku karena usia kita terpaut jauh
Kau ucap telah meyakinkan mereka bahwa Rasulullah pun menikahi Aisyah R.a pada usia belia nya. Namun entahlah aku pun tak mengerti kenapa usia menjadi halangan seseorang meraih Ridho Allah.
Pernikahan yang aku bayangkan pun mulai memudar di pelupuk mata
tersapu oleh air mata yang tak tertahan menetes menyemai pada luka-luka kalbuku
Kau terlalu indah bagiku, Ketaatan mu pada Allah membuatku tak perduli dengan status dan usiamu
sekali lagi kau memesonaku dengan ketaatan pada ibumu yang ternyata melukai hati dan merobohkan bangunan harapanku
Aku selalu yakin bahwa segala sesuatu merupakan kehendak Allah swt. Termasuk hanyutnya harapanku untuk taat pada mu
Dari pertama aku sudah salah karena menyimpan harapan terlalu besar kepadamu. Padahal Allah adalah harapan tertinggi bagi seorang hamba
Saat ini dalam sujud ku lantunkan do'a Jika memang kau bukan tertulis (jodoh) untuk ku maka biarkan aku segera melupakan dan menghapusmu dari ingatan ku. Dan menggantikan mu dengan yang lebih baik.. Tapi jika engkau memang tertulis untuk ku maka aku yakin waktu akan segera menyatukan kita dalam kehalalan cinta. Ini hanya masalah waktu, dan ujian hati serta ujian kesabaran. maka biarkan aku bersabar dalam do'a dan sujud istikharah panjangku.
Wa Allahu A'lam bisshowab