Pernikahan??..
Hal yang diharapkan atau ditakutkan?
Banyaknya kasus perceraian di Indonesia mungkin akan membuat orang mengerutkan alisnya dan bertanya. Kok, bisa ya? padahal sebelum menikah mereka saling mencintai dan berjanji untuk sehidup semati. Belum lama menikah tapi banyak yang sudah mengajukan gugatan cerai. Dengan beragam alasannya. Tidak hanya dari pasangan yang awam tentang agama tapi juga dari pasangan yang faham tentang agama. Maraknya kasus perceraian, Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perselingkuhan, membuat sebagian orang takut untuk menghadapi pernikahan. Mereka membayangkan pernikahan akan di hiasi dengan berbagai problematika yang akhirnya berujung pada perceraian. Alhasil
mereka lebih memilih berpacaran dan berhubungan di luar nikah yang jelas-jelas salah. Bukan hanya dilarang dalam agama Islam melainkan hubungan yang tidak sehat dan juga bisa menyebabkan kerugian yang besar bagi pelakunya.
Pernikahan??....
Bagi seorang yang benar-benar mengharapkan ridho Allah sebuah pernikahan adalah harapan untuk nya agar bisa mendapatkan keridhoan Allah. Karena dengan menikah, seorang perempuan dan seorang laki-laki hamba Allah akan terjaga pandangan, hati dan kemaluannya. Kehalalan tentu lebih utama dalam Islam. Hubungan yang tadinya di haramkan menjadi halal jika sudah dalam sebuah pernikahan.
Bagi mereka yang takut menghadapi sebuah pernikahan, cobalah untuk belajar. Tidak semua pernikahan itu gagal. Tidak semua pernikahan berakhir dengan perceraian. Oleh karena itu mari kita belajar untuk mempersiapkan pernikahan. Bukan sekedar mempersiapkan materi berupa harta, melainkan juga mempersiapkan berbagai macamnya. Seperti, pengetahuan tentang berumah tangga yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah, mempersiapkan mental kita. Karena di dalam sebuah pernikahan pasti akan selalu ada ujian-ujian yang akan menghadang. Jika pernikahan itu berlandaskan dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya maka Insya Allah pernikahan akan menjadi hal yang paling berkah.
Pernikahan bukan hanya bertujuan menyatukan dua insan yang berbeda jenis. Melainkan banyak hal yang harus di satukan. Menyatukan dua hati, dua keluarga dan bisa jadi dua pemikiran yang berbeda. Pernikahan itu tidak harus di jalani oleh pasangan yang sempurna. Karena sebenarnya dengan pernikahan segala kekurangan akan terlihat, maka dari itu kita harus siap untuk saling melengkapi satu sama lain.
Mungkin di awal pernikahan, setelah ijab-qabul terucap. Rasa manis masih bisa terasa. Hati pun masih bersuka cita karena kita sudah memiliki pasangan yang akan siap menjaga kita tuk berlayar di samudra kehidupan. Setelah pernikahan berlangsung ternyata badai rumah tangga mulai datang untuk menguji seberapa kuat sang nahkoda dan seberapa kuat layar yang berkembang. Jangan pernah mundur, jangan pernah melepaskan tangan pasanganmu. Ujian yang datang adalah untuk kalian berdua. Maka hadapilah bersama-sama. Jangan hanya menyelamatkan diri sendiri dari badai itu tapi ingatlah di sampingmu ada pasanganmu yang siap melewati masa-masa sulit pernikahan itu.
Sebenarnya pernikahan itu akan memberikan rasa aman kepada yang menjalaninya. Karena dengan pernikahan kita bisa lebih terjaga. Namun, itu pun di kembalikan kepada kita bahwa apakah kita benar-benar menikah untuk tujuan ibadah atau hanya untuk memuaskan nafsu dunia.
(to be continue)
Hal yang diharapkan atau ditakutkan?
Banyaknya kasus perceraian di Indonesia mungkin akan membuat orang mengerutkan alisnya dan bertanya. Kok, bisa ya? padahal sebelum menikah mereka saling mencintai dan berjanji untuk sehidup semati. Belum lama menikah tapi banyak yang sudah mengajukan gugatan cerai. Dengan beragam alasannya. Tidak hanya dari pasangan yang awam tentang agama tapi juga dari pasangan yang faham tentang agama. Maraknya kasus perceraian, Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perselingkuhan, membuat sebagian orang takut untuk menghadapi pernikahan. Mereka membayangkan pernikahan akan di hiasi dengan berbagai problematika yang akhirnya berujung pada perceraian. Alhasil
mereka lebih memilih berpacaran dan berhubungan di luar nikah yang jelas-jelas salah. Bukan hanya dilarang dalam agama Islam melainkan hubungan yang tidak sehat dan juga bisa menyebabkan kerugian yang besar bagi pelakunya.
Pernikahan??....
Bagi seorang yang benar-benar mengharapkan ridho Allah sebuah pernikahan adalah harapan untuk nya agar bisa mendapatkan keridhoan Allah. Karena dengan menikah, seorang perempuan dan seorang laki-laki hamba Allah akan terjaga pandangan, hati dan kemaluannya. Kehalalan tentu lebih utama dalam Islam. Hubungan yang tadinya di haramkan menjadi halal jika sudah dalam sebuah pernikahan.
Bagi mereka yang takut menghadapi sebuah pernikahan, cobalah untuk belajar. Tidak semua pernikahan itu gagal. Tidak semua pernikahan berakhir dengan perceraian. Oleh karena itu mari kita belajar untuk mempersiapkan pernikahan. Bukan sekedar mempersiapkan materi berupa harta, melainkan juga mempersiapkan berbagai macamnya. Seperti, pengetahuan tentang berumah tangga yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah, mempersiapkan mental kita. Karena di dalam sebuah pernikahan pasti akan selalu ada ujian-ujian yang akan menghadang. Jika pernikahan itu berlandaskan dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya maka Insya Allah pernikahan akan menjadi hal yang paling berkah.
Pernikahan bukan hanya bertujuan menyatukan dua insan yang berbeda jenis. Melainkan banyak hal yang harus di satukan. Menyatukan dua hati, dua keluarga dan bisa jadi dua pemikiran yang berbeda. Pernikahan itu tidak harus di jalani oleh pasangan yang sempurna. Karena sebenarnya dengan pernikahan segala kekurangan akan terlihat, maka dari itu kita harus siap untuk saling melengkapi satu sama lain.
Mungkin di awal pernikahan, setelah ijab-qabul terucap. Rasa manis masih bisa terasa. Hati pun masih bersuka cita karena kita sudah memiliki pasangan yang akan siap menjaga kita tuk berlayar di samudra kehidupan. Setelah pernikahan berlangsung ternyata badai rumah tangga mulai datang untuk menguji seberapa kuat sang nahkoda dan seberapa kuat layar yang berkembang. Jangan pernah mundur, jangan pernah melepaskan tangan pasanganmu. Ujian yang datang adalah untuk kalian berdua. Maka hadapilah bersama-sama. Jangan hanya menyelamatkan diri sendiri dari badai itu tapi ingatlah di sampingmu ada pasanganmu yang siap melewati masa-masa sulit pernikahan itu.
Sebenarnya pernikahan itu akan memberikan rasa aman kepada yang menjalaninya. Karena dengan pernikahan kita bisa lebih terjaga. Namun, itu pun di kembalikan kepada kita bahwa apakah kita benar-benar menikah untuk tujuan ibadah atau hanya untuk memuaskan nafsu dunia.
(to be continue)