Pages

Tuesday, 24 June 2014

Allah Maha Berkehendak


23 Juni 2014 sekitar pukul 12.05 hujan turun dan jalanan beraspal terlihat licin. aku mengalami kecelakaan. Sepeda motor yang aku kendarai terjatuh. Aku dan temanku terseret motor. Alhamdulillah aku dan temanku masih diberi keselamatan. Takbir dan istighfar aku ucap berulang-ulang. Tidak ada luka parah yang menimpa temanku. Tapi ada sedikit luka kecil ditelapak tangannya karena melindungi kakinya dari benturan. Selain itu luka bekas operasian dahulu terasa agak ngilu.
Aku, yang sebagai supir sepeda motor itu mengalami luka lumayan menyakitkan. Sebelah sikut tangan kananku terluka, "berlubang". Warga disekitar yang melihat kejadian itu pun membantu membawa kami ke pinggiran. Mereka membawakan obat luka tetes. Aku tidak sanggup menahan tangis aku pun
menangis. Bukan karena luka yang aku rasakan melainkan aku teringat akan dosa-dosaku, akan mamah yang berada jauh dariku. Aku tidak ingin mati dalam keadaan masih banyak dosa dan belum sepenuhnya bertakwa kepada Allah. Betapa ruginya jika hal mati dalam keadaan su'ul khotimah.
Aku langsung dibawa ke klinik karena Rumah Sakit terlalu jauh. Luka berlubang ditanganku mendapatkan empat jahitan. Sedangkan luka-luka kecil di tangan kiri dan lutut ku tidak aku rasakan.
Aku sadar betapa dekatnya kematian itu. Betapa Allah Maha berkendak atas segala sesuatu. Entahlah apakah ini sebuah peringatan atau ujian. Allah lebih tahu daripada hamba-Nya yang bodoh ini. Jika Allah sudah berkehendak apapun bisa terjadi. Dia bisa mencabut nyawaku kapan pun dan dimana pun. Maka wahai Dzat Yang nyawaku di tangan-Nya. Wafatkan aku dalam keadaan khusnul khotimah. Masih banyak yang harus aku perbaiki dan lakukan. Dengan kejadian ini aku ingin selalu dekat dengan Allah agar dia melindungiku dari kerugian hidup di dunia. Dunia memang sementara tidak berarti apa-apa. Allah bisa mengambil apa yang Dia titipkan kepada hamba-Nya kapan pun Dia berkehendak.
Alhamdulillah sekarang tanganku sekarang sudah tidak kaku dan tidak terasa sakit. Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Dari kejadian ini aku dapat mengambil pelajaran untuk mengingat Allah di setiap detak jantung kita. Itu berarti tidak ada detik yang bisa kita lewatkan selain dengan berdzikir kepada Allah. Selain itu aku jadi teringat dengan saudara-saudaraku yang sedang terdzolimi di belahan negeri lainnya seperti suriah, Burma, Bangladesh, dll. Mereka di serang, di tembaki dan di bunuh oleh para penguasa kufar musuh Allah. Betapa luka dan darah yang mengalir dari tanganku ini tidak seberapa dibanding dengan luka dan rasa sakit mereka. Ya Allah ampuni dosa kami yang lalai akan saudara-saudari kami di sana. Dan Semoga Allah segera mengirimkan bala bantuan untuk menolong mereka. Yassir lana ya Rabb... Kehendak Mu adalah penentu jalan hidup dan mati kami.