![]() |
| Pic Source : Pinterest |
Menjadi seorang muslim tidak cukup hanya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat yang merupakan pondasi utama dalam berislam. Setelah syahadat seorang muslim harus membangun pondasi lain yaitu Shalat. Shalat adalah cara kita berkomunikasi dengan Pencipta. Di dalam shalat kita membaca bacaan yang sudah diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Dan sebuah keharusan bagi seorang muslim memahami Al-Qur’an karena di situlah letak bimbingan dan petunjuk. Dan Al-Qur’an adalah bagian dari kita menunaikan shalat. Oleh karenanya kita tidak bisa melepaskan diri dari Al-Qur’an.
Sebuah keberkahan dari Allah subhanahu wa ta’ala jika seorang muslim mampu menghafal seluruh Al-Qur’an dan juga memahami maknanya. Setiap muslim tentu sangat ingin hafal Al-Qur’an di luar kepala. Namun, pada kenyataannya banyak yang merasa kesulitan dalam menghafalkan kitab suci ini.
Sebelum mencoba menghafalkan Al-Qur’an pahami hal berikut :
1. Al-Qur’an adalah kalamullah
yaitu firman Allah yang diperuntukan bagi manusia untuk digunakan sebagai petunjuk kehidupan. Kalam yang suci dari Yang Maha Suci. Menghafalkan Al-Qur’an berarti mencoba menyimpannya di dalam dada, di dalam hati manusia. Namun bagaimana mungkin kalam yang suci ini bisa tersimpan di dalam hati yang kotor?
“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)”
(HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).
Maka kuatnya hafalan tergantung pada seberapa baik hati kita, karena hati yang juga ikut mempengaruhi otak, dan otak adalah organ yang memproses penyimpanan memori.
Namun bagaimana mungkin kita bisa memiliki hati yang baik sedangkan kita manusia tidak terlepas dari dosa? Memang benar, manusia itu tidak ada yang sempurna dan tidak akan terlepas dari dosa yang meninggalkan noda di hati. Maka dari itu hanya kepada Allah saja kita menggantungkan harap untuk membersihkan hati.
“Wahai Ummu Salamah, yang namanya hati manusia selalu berada di antara jari-jemari Allah. Siapa saja yang Allah kehendaki, maka Allah akan berikan keteguhan dalam iman. Namun siapa saja yang dikehendaki, Allah pun bisa menyesatkannya.”
(HR. Tirmidzi no. 3522. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Orang yang berusaha menjauhkan diri dari maksiat hanya karena rasa takut kepada Allah yang dengan izin Allah, akan senantiasa bersih hatinya. Karena setiap kali dia memohon ampun, saat itu pula hatinya memutih.
“Sesungguhnya seorang mukmin, jika ia melakukan dosa, di hatinya ada noktah hitam. Jika ia bertobat, … dan meminta ampunan (istighfar), maka hatinya akan cemerlang kembali. Namun jika bertambah dosanya, maka bertambah pulalah noktah tersebut. Itulah yang disebut ‘ran’. Allah swt. berfirman, ‘sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’ (Q.S. al-Muthaffifin [83]: 14)”.
(H.R. Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah).
2. Langkah selanjutnya adalah menghafal :
Banyak muslim yang ingin cepat hafal, namun sekedar menghafal dan beberapa waktu kemudian mereka lupa. Itulah sebabnya, jangan terburu-buru untuk menghafalkan. Namun perlahan-lahan saja. Karena kuatnya hafalan itu yang sering diulang-ulang dan dipahami maknanya. Namun jika hanya sekedar hafal, untuk apa?
Karena yang terpenting adalah menghafal untuk dijadikan sebagai pengangan hidup di mana, Al-Qur’an menjadi dipahami dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari.
Dalam surat Al-Qiyamah Allah berfirman :
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.
Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.
Lalu cara kuat untuk menghafal adalah dengan mendengarkan dari orang lain yang bacaannya bagus. Bisa dengan mendengarkan MP3 murottal Al-Qur’an atau langsung kepada guru. Karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pun menghafal ayat Allah melalui cara mendengar dari malaikat Jibril.
Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.
(Al-Qiyamah : 19)
3. Muroja’ah
bisa dengan mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an dalam shalat. Itu akan lebih kuat, karena dalam sehari kita shalat 5 waktu atau lebih dengan ditambah Sunnah. Maka dari itu mengulang hafalan dalam shalat sangat membantu dalam menguatkan hafalan.
4. Rekam
Sekarang sudah sangat canggih. Manfaatkan aplikasi rekaman pada handphone yang dimiliki untuk merekam. Lalu putar kembali rekaman sambil melihat text Al-Qur’an dan temukan letak kesalahannya.
5. Hafalkan dengan terjemah
Menghafal terjemahannya dan memahami maknanya secara umum juga membantu menguatkan hafalan.
Barokallahu lakum.
Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa menjaga Al-Qur’an dan menguatkan niat kita semata-mata karena Allah subhanahu wa ta’ala.

No comments:
Post a Comment