Di awal tahun
baru masehi 2014 Indonesia mendapatkan kejutan. Bukan kejutan yang
menguntungkan melainkan yang membuat
porak-poranda beberapa fasilitas negeri, merusak ribuan tempat tinggal, menguras
ekonomi dan bahkan menghilangkan beberapa nyawa makhluk penghuni negeri yang
memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah ini. Faktanya, Indonesia bukan
hanya berpotensi sumber daya alamnya melainkan juga berpotensi dengan bencana
alamnya.
Banjir
besar yang melanda Indonesia pernah beberapa kali terjadi. Bukan hanya di tahun
2014 ini Indonesia mengalami banjir yang menyebabkan kerusakan yang parah. Melainkan
di tahun 2002 dan juga 2007. Yah, jika diperhatikan hampir di setiap menyambut
pemilu Indonesia selalu ditimpa bencana. Di tahun ini bukan hanya bencana
banjir yang terjadi di Indonesia. Melainkan meletusnya gunung sinabung di
Sumatera Utara, Longsor, dan banjir bandang seakan menjadi peringatan bagi
penduduk negeri ini. Yah, Allah telah mengingatkan kita dalam ayat-ayat
suci-Nya
“Dan
peliharalah dirimu dari siksa yang tidak khusus menimpa orang-orang zhalim saja
di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaNya”. (TQS. Al-Anfal
: 25)
Dan
Rasulullah juga telah mengingatkan kepada kita dalam sabdanya : Imam Ahmad bin
Hambal juga meriwayatkan hadits dari Ummu Salamah, ia berkata bahwa Rasulullah
bersabda :
“Jika
timbul maksiat pada umatku, maka Allah akan menyebarkan adzab (siksa) kepada
mereka. Aku berkata : “Wahai Rasulullah, apakah tidak ada pada waktu itu
orang-orang shalih? “Beliau menjawab : “Ada”. Aku bertanya lagi : “Apa yang
akan Allah perbuat kepada mereka?” jawab beliau : “Allah akan menimpakan kepada
mereka adzab sebagaimana yang ditimpakan kepada orang-orang yang melakukan
maksiat, kemudian mereka akan mendapat ampuan dan keridhoan dari Robbnya.”
(HR.Imam Ahmad)
Nah,
perlu kita sadari bahwa “si kaya” atau negeri Indonesia ini merupakan negeri
yang Allah berikan nikmat yang melimpah berupa sumber daya alam. Di daratan dan
pun di lautan. Namun manusia terlalu lalai dalam mensyukuri nikmat itu. Manusia
terlalu sombong untuk tunduk pada hukum Allah. Dan di Indonesia ini adalah
negeri yang menjalankan pemerintahan tidak dengan hukum-hukum Allah melainkan
menggunakan hukum buatan manusia yakni demokrasi.
Dan Allah
telah berfirman :
“Apakah
hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik
daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. Al-Maidah [5] : 50)
Di dalam
al-qur’an telah difirmankan kisah-kisah orang-orang terdahulu yang mendapat
adzab akibat menentang hukum-hukum Allah dan lebih memilih hukum jahiliyah.
Bencana
di negeri ini bukan sekedar dikarenakan infrastruktur yang kurang memadai
melainkan juga karena negeri ini tidak dijaga dan dipelihara dengan hukum
Allah.
Nah,
sebentar lagi pemilihan umum untuk pemimpin negeri akan segera mengulang. Allah
telah memperingatkan kita. Apakah kita akan tetap menggunakan hukum jahiliyah
(red : demokrasi) atau berhenti dan mengganti dengan hukum Islam yakni Khilafah
Rasyidah sesuai manhaj kenabian.
Bagi para
penguasa, hentikan semua drama politik ini dan segeralah ganti sistem yang
sudah terbukti kebobrokannya. Bukan hanya orang yang dzalim yang tertimpa adzab
tetapi orang-orang shalih pun ikut menanggung akibatnya.
Wallahu a’lam
bishowab
Cianjur,
Jum’at, 24
Januari 2014
Dinda
Lindia Cahyani