Yang kokoh
berdiri menopang duka ku
Saat ku
masih ragu melangkahkan kaki kecil ku
Kau sabar
melatih hingga ku mampu berlari ria
Bunda ku
yang kucinta
Teratai jingga
kini membuka kelopaknya
Memikat hati
setiap ujung mata memandang
Aku dewasa,
semakin kuatlah kau menjaga
Tangisan kecilku
selalu mengganggu istirahatmu
Namun tetes
cintamu tak pernah surut menyegarkanku
Bersama jantungmu
aku berdenyut mencari makna dan arti hidup
Bunda……
Kau gadaikan
nyawa dan waktumu
Hanya demi
keberlangsungan nafas anakmu
Kau tanggalkan
hiasan dari tubuhmu
Hanya untuk
membeli perisai pelindung jiwaku
Terimakasih
Bunda….
Kau masih
setia melukis bahagia di hidupku
Walau kau
rapuh dibelakanku
Kau selalu
tersenyum menghiburku
Bunda……………
Air mata
lukamu adalah sebilah pisau bagiku
Yang akan
menyayat hatiku jika kau meneteskannya
Maka,
lapangkanlah jiwa dan kalbumu
Untuk maafkan
setiap detik khilafku padamu
Bunda………….
Setiap denyut
nadiku adalah jasamu
Tak mampu
aku membayarnya
Tak mampu
aku membalasnya
Biarkan do’aku
yang menemani setiap gulir waktumu
Karena Dia
yang kuasa menjaga dan melindungimu
Semoga syurga
menjadi balasan terbaikmu kelak
Karena sungguh
Bundaku bidadari terhebat
