Pages

Sunday, 8 February 2015

Kak! Aku cemburu


Kak!
Aku cemburu
Parasku memerah
Membaca rasa yang kau ungkap
Satu daun gugur menerpa jemarimu
Tahukah itu, perih
Kak
Kenapa rasanya panas!
Padahal sekarang hujan!
Apa pikiranku yang gila,
Atau memang cemburu menggerutu
Itu, Kak!
Katakan, Kak!
Dimana letak rasa yang kau sembunyikan
Mengapa masih ada celah untuk mereka masuki
Aku enggan jika kau tak peka
Biarkan aku yang bertahtakan hati
Hatimu saja, Kak!
Kak!
Daun yang gugur itu menghampirimu
Enyahkan mereka dari pandangku
Tak perlu acuh kau menjadi tuannya
Aku!
Lebih berhak memelukmu dengan kelopakku
Kak!
Aku cemburu
Menatapmu hanya pada bayang-bayang
Menerka-nerka pada langit yang membiru
Gerangan kau bersenda dengan sepucuk cinta
Atau merinduku jua dalam doa
Kak!
Cemburu membakar kisahku
Yang sebelumnya kurobek bersama pilu
Meski cinta kau tuang pada bejana janji
Ada saja risau yang mencuri isi yakinku
Itu, Kak!
Kak!
Hujan telah berhenti
Tapi tetesnya masih menghujani
Pipiku yang memerah marah
Seka lah ia dengan doa
Agar berhenti gemuruh cemburu
Itu saja, Kak!


Dinda Lindia Cahyani
Cileungsi, Bogor-Indonesia
02.02.15

No comments:

Post a Comment