Salam pun terucap untuk bintang, bulan, dan makluk Tuhan yang bermunculan di kala senja bermulai
Di sini hati masih seperti yang lalu, menyepi dalam asa. Bahagia bersama takwa.
Mungkin memang keadaan tak selalu sama.
Yang paling berarti, saat malam mulai menyelimuti maka itulah waktu yang terbaik.
Terbaik mencurahkan isi hati dan menyendiri.
Malam,
Kau tempat aku menyeka lelah
Bernapas setelah hari-hari yang menyesakkan.
Bermimpi di saat kenyataan tidak terlalu indah untuk dihadapi
Malam...
Aku tahu besok kau akan lenyap seiring matahari menghampiri
Namun kutahu pasti, Tuhan akan mengembalikanmu untuk menghiburku.
Begitulah, karena kau tercipta untuk melengkapi,
Salam terindah sebelum lelapku.

No comments:
Post a Comment