Pages

Saturday, 3 June 2017

Hypocrisy



Jangan ngaku "Saya Indonesia, Saya Pancasila" kalau nikah aja masih sama orang berkewarganegaraan Inggris, Belanda, Korea, India, Arab, dan warga lainnya. Kan nanti jadi punya dua kewarganegaraan.
Hayoh loh.

Sedangkan jika berkata, "Saya Islam." Maka Allah menyebarkan rahmat-Nya ke seluruh dunia serta
menghapuskan rasisme dan kebangsaan. Nikah sama orang berkebangsaan apa saja dibolehkan, asal sama-sama muslim.

Jadi, masih ngaku "Saya Indonesia?" Makan saja lebih seneng di McD daripada warteg, Nongkrongnya di Starbucks daripada warkop .
Produk pangan dan fashion saja masih seneng impor dari luar negeri. Kekayaan Indonesia pun dijual ke pihak asing dengan istilah kerjasama padahal rugi.

Sebentar ...
Biasanya kalian ngeles kaya gini. "Kalau mau menerapkan syariat islam yaudah sono pindah ke arab, kendaraannya pake onta, terus jangan pake produk-produk barat seperti facebook juga!"

Tapi tenang, gak usah kebakaran jenggot! Saya di sini bukan mau menerapkan syariat Islam kok. Toh saya bukan dari kalangan yang paham politik. Cuma mau meluruskan pandangan agar tak memandang rendah umat islam. Terutama kalau kamu sendiri memang muslim, gak usah minder sama ajaran islam.

Nah, saya tekankan. Belajar Islam tuh jangan cuma Shalat sama puasa doang!
Islam itu terdepan dalam bidang "Science" jadi jangan katakan orang islam cuma boleh naik onta (pengen ngakak guling-guling)  memangnya penemu pesawat terbang pertama siapa? Wright bersaudara dari barat? Dasarnya semua dari Islam. Cek referensinya nih :

http://www.datdut.com/ini-5-ilmuwan-muslim-pencetus-pesawat-terbang-jauh-sebelum-barat/

Lalu ilmuwan di bidang kedokteran, masih menganggap barat yang terdepan. Mungkin ketenaran dunia barat terlalu menyilaukan mata. Namun sejatinya, Islam adalah kiblat pertama dunia kedokteran.

http://peutrang.blogspot.co.id/2013/11/7-tokoh-muslim-di-bidang-kedokteran.html?m=1

Oh ya masalah facebook, smartphone, dan  gadget lain sebagainya. Ngapain melarang umat islam menggunakan fasilitas buatan barat? Toh semua itu cuma produk yang tanpa ada campuran faham -isme tertentu yang islam sendiri membolehkan penggunaannya sebagai sarana.

 Ingat perang khandak? Taktik dalam cara berperang itu dicetuskan Salman Al-Farisi, dan umat islam belum pernah mempelajarinya. Ide itu diketahui Salman saat dia masih belum masuk islam dan masih jadi prajurit Persia. Dan Rasulullah menerima cara tersebut. Karena itu produk science (ilmu pengetahuan) bisa digunakan tanpa ada larangan dalam islam.

Sedangkan kalau produknya berupa salib, topi natal,  maneki neko, itu baru tidak boleh. Karena sudah jelas produk ibadah keyakinan orang-orang non-muslim.

Sekian dan terima gaji!
Saya Indonesia, dan Saya Islam. 😍

Sabtu, 8 Ramdhan 1438 H
3 Juni 2017
West Java - Indonesia

No comments:

Post a Comment