Memperhatikan masa-masa ini, banyak sekali tulisan yang "Wow" tapi menyesatkan. Hal itu membuat saya berpikir lebih dalam, apa yang mendasari mereka? Tulisan mereka memang memiliki kekuatan tertentu. Entah dari mana!
Saya tidak berniat menghakimi, bahkan Allah membolehkan kita membicarakan keburukan seseorang untuk mewantikan agar tidak disesatkan olehnya.
Seperti halnya Musailamah Al-Kadzab yang mengaku Nabi palsu, apa Abu Bakar diam karena tingkahnya? Umat muslim yang memegang Al-Qur'an dan As-Sunnah tidak ridho atas keberadaanya yang menyesatkan manusia dari jalan Allah. Maka Abu Bakar dan umat muslim memeranginya.
Berbicara masalah kesesatan, seseorang tidak akan mengakui bahwa dia sedang tersesat kecuali setelah adanya taubat atas petunjuk-Nya. Jadi berhati-hatilah! Mereka akan mati-matian membela diri bahwa tulisannya tidak salah, tidak menyesatkan, padahal dia sudah melepaskan sebagian pegangannya dan berpegang kepada kitab yang lain.
Mereka akan memutar otak dan lidah agar tulisannya tampak "benar" dengan dibumbui istilah-istilah asing, pernyataan yang membingungkan, dan kiasan-kiasan yang indah lainnya.
Ingat Sarjah? Wanita yang mengaku Nabi yang juga bermain dengan kata-kata indah ingin meniru Al-Qur'an, Maha Suci Allah. Al-Qur'an yang diturunkan Allah tidak akan mampu ditandingi.
Begitu pun dengan manusia saat ini, mereka menulis dengan pembangkangan kepada Allah, mana mungkin bisa mengalahkan-Nya hanya dengan kalimat-kalimat sesat mereka?
Sesungguhnya, Allah akan selalu ada dalam tulisan mereka yang melawan kesesatan. Sebaliknya, tulisan yang menjauhkan Allah dari manusia hanya diisi dengan bisikan hawa nafsu serta setan.
Naudzubillah
#War_of_Words
6 Ramadhan 2017
No comments:
Post a Comment