Pages

Friday, 2 June 2017

Syair Kematian



Oleh : Dinda Lindia Cahyani

Dia adalah hitam
Perlahan-lahan membungkam putih kehidupan

Datangnya merambat melebihi kecepatan cahaya
Ia terlalu dini untuk disadari

Dihantar Izrail yang tiada pernah membangkang Tuhannya

Ketika Firman sudah tersebut, maka maut segera merenggut

Apa mungkin meminta ditangguhkan?

Karena saat
urat-urat mengeras, barulah sadar bahwa dosa melampaui batas!

Oh, izinkan nafas berembus sejenak
Agar lisan dan diri berkeliling meminta maaf

Wahai waktu, kenapa hidup terlalu singkat?
Seribu tahun belum kukecap
Sehari pun belum lah lengkap!

Aku tak sempat membuat gedung bertingkat
Kenapa terburu-buru menggiring ke liang lahat!

Belum kututup sempurna aurat
Kini kafan membalutku erat!

Oh
Inilah syair kematian!
Hentikan!
Dan kembalikan aku ke dunia yang kucinta
Aku belum membahagiakan keluarga
Belum kusemai wasiat untuk mereka
Aku belum melangkah ke rumah-Nya
Izinkan langkah sampai ke Arafah
Di sana aku ingin berdoa,

"Allahu Rabb, basuhlah semua dosa dan jangan tinggalkan sebesar dzarrah pun, sehingga aku bisa kembali dengan tenang, ridha dan diridhai-Mu"

Namun Terlambat!
Amalan terkahir t'lah tercatat
Hijab antara aku dengan-Nya t'lah diangkat

Kematian telah meminangku
Altar hisab sedang menunggu, dan inilah malam pertama di alam barzah nan terbelenggu!

7 Ramadhan 1438 H / 2 Juni 2017 M
Cianjur-Indonesia

2 comments: