![]() |
| Perjalanan Cileungsi-Cianjur 31.01.15 |
Oleh : Dinda Lindia Cahyani
Pagi tadi aku pulang dengan berkendara motor sendiri dari Cileungsi ke Cianjur. Huaaah, Jadi Single gak enak. Kemana-mana sendiri. Pikirkan! Dua jam di jalan mengendarai motor. Luar biasa pegal. Namun, ada yang bisa aku petik dalam perjalananku. Sendiri di atas motor, sempat membuatku merenung dan mendapatkan ilham untuk menulis ini.
Perjalanan hidup itu…..Seperti kita berkendara. Kita punya tujuan perjalanan, harus mempersiapkan bekal dan juga memiliki kendaraan untuk mencapai tujuan tersebut. Di dalam perjalanan kita tidak harus terus mengemudi dengan kecepatan tinggi karena itu bisa sangat berbahaya. Di jalan yang lurus, mulus, dan sepi mungkin kita bisa mempercepat laju kendaraan. Kita bisa berkendara dengan kecepatan delapan puluh kilometer per jam, atau seratus meter per jam, bahkan lebih. Kita bisa terus melaju dengan kencang agar segera sampai pada tujuan. Tapi kita harus tetap berhati-hati, mungkin di jalan yang lurus itu tiba-tiba saja ada lubang, atau jalanan yang tidak rata sehingga bisa membahayakan diri kita sendiri. Dan juga, berhati-hati karena mungkin akan ada orang lain yang tersakiti dan terluka oleh ketidaksengaja-an. Itulah saat dimana hidup kita lurus tanpa ada masalah.
![]() |
| Danau Tunggilis, Cileungsi, Bogor-Indonesia. 01.02.15 |
Jika jalanan yang kita lalui itu rusak, terjal, berliku dan ramai dengan pengendara lain, maka kita harus melaju dengan perlahan agar tidak celaka dan mencelakai. Sesekali mendahului pengendara lain itu boleh saja – itulah, kompetisi hidup - . Sesekali kau pun harus mundur teratur agar tetap dalam keseimbangan.
Di perjalanan mungkin kau kehabisan bekal. Kau bisa melihat di kanan-kiri jalan banyak pedagang – itulah dunia - . Jika kau ingin beristirahat sebentar tuk melepas lelah, menambah perbekalan atau sekedar menikmati pemandangan yang ditemui di perjalanan, ya silahkan. Tapi, jangan terlena karena tujuanmu bukan tempat tersebut. Waktu akan terus berputar meninggalkanmu. Segeralah sadar dan tetap fokus pada tujuan awal (red, akhirat).
![]() |
| Danau Tunggilis, 01.02.15 |
Kehidupan itu sangat singkat, sesingkat perjalanan dari Cileungsi, Bogor ke Cianjur. Hanya sekitar dua jam. Tapi dunia lebih singkat. Seperti kabar yang disampaikan bahwa perbandingan antara dunia dan akhirat adalah satu hari di dunia sama dengan seribu tahun di akhirat. Betapa kekalnya akhirat dan betapa singkatnya dunia. So, dari tulisan ini hanya satu pelajaran yang bisa di ambil yaitu : Jalanilah kehidupan ini bersama-sama dengan orang lain, agar hidup tidak sepi. Agar bisa saling mengingatkan jika kita salah arah dan terkadang harus memutar arah. Intinya jangan jadi ‘jomblo’
grin emotikon
Ahahah….Segeralah Cari pasangan Halalmu!!!
GAK ENAK KALAU DI PERJALANAN CUMA SENDIRIAN!!!!!! MIRISSSS!!! :D
Peace Reader!!!
31.01.15-01.02.15
Bogor-Indonesia



iya betul, dunia itu singkat ya...perasaan baru kemarin masuk SD sekarang anak udah SD
ReplyDeleteHehe,, yah nggak kerasa mba, apalagi kalau aktifitas padat,, Waktu serasa cepat menyeret kita. :) Terimakasih dan kunjungan mba
ReplyDelete