Pages

Saturday, 18 June 2016

Stuck in the Cozy Moment

Awalnya, banyak hal yang ingin aku lakukan selama hidup di dunia ini. Namun setelah berjalan; melangkah dan berlari pada arena yang salah aku tidak mampu berhenti dan memulai lagi dari awal agar bisa berjalan di jalan yang tepat. 

Banyak kebingungan yang kumiliki, bahkan saat ini pun. Saat aku membutuhkan seseorang untuk mendengar cerita dan pendapatku, tapi ternyata tak seorang pun maka jawabannya adalah tetap dalam kebimbangan. Apakah harus lanjut atau berhenti selamanya. 

Keadaan ini memang bisa dianggap menyenangkan atau sebaliknya. Tergantung pada persepsi yang kita miliki. Setelah menarik napas lebih dalam dan mengembuskannya perlahan, banyak pelajaran yang mungkin bisa aku dapat. Aku katakan mungkin karena memang masih membingungkan. 

Aku merasa nyaman dengan kondisi sekarang, tapi terkadang perasaan jenuh ikut mengimbangi.
Hanya saja aku masih memiliki beberapa orang yang mesti aku perjuangkan meski berdiri sendiri pada tebing yang entah kapan akan menjadi ujung dari robohnya kekuatanku.


Now, i'm really stuck in this cozy moment and i don't know how to face this alone!


Saturday, 21 May 2016

When Will You Come?




I really miss you, don't you know it?
It's hurted for me.
Feeling tears when i remember you
I have nothing about you to help me through
Are you serious that i have to wait for?
I really miss you...
Why we

Friday, 13 May 2016

Sayap Emas


“Akulah sayapmu, yang kau butuhkan
Untuk nanti terbang, ke surga Dia”
-KD, Ost. SYTD-

Dahulu kala, terkisah seorang puteri yang terjatuh dari langit. Di sebuah perkampungan yang penuh dengan taman bunga, dia tinggal seorang diri. Kampung itu sepi dan tidak berpenghuni. Awalnya dia merasa heran dan kebingungan, namun seiring dengan waktu pun sang puteri terbiasa dengan kesendiriannya.

Pada suatu hari puteri berjalan-jalan di taman. Sesekali ia mencoba terbang dengan sayapnya yang robek karena jatuh dan tersangkut di sebuah pohon. Namun dengan wajah yang ditekuk ia menghembuskan napas kesal. Sayapnya tak berpungsi sama sekali. Ia pun pergi ke tebing yang tinggi hendak mencoba kemampuan terbangnya. Tangan dan sayapnya ia bentangkan lalu dengan mata tertutup sang puteri hendak melompat dari tebing. Tiba-tiba seseorang menahannya dengan suara yang keras.

“Kamu belum siap!”

Puteri seketika membuka mata dan menahan kakinya yang hendak melompat. Lalu ia mencari sumber suara.

“Kamu belum siap terbang dengan sayap rusak seperti itu, Puteri!” Seorang lelaki berdiri dengan memasang wajah khawatir.

“Siapa kamu?”