“Akulah sayapmu, yang kau
butuhkan
Untuk nanti terbang, ke surga Dia”
-KD, Ost. SYTD-
Dahulu
kala, terkisah seorang puteri yang terjatuh dari langit. Di sebuah perkampungan
yang penuh dengan taman bunga, dia tinggal seorang diri. Kampung itu sepi dan
tidak berpenghuni. Awalnya dia merasa heran dan kebingungan, namun seiring
dengan waktu pun sang puteri terbiasa dengan kesendiriannya.
Pada
suatu hari puteri berjalan-jalan di taman. Sesekali ia mencoba terbang dengan
sayapnya yang robek karena jatuh dan tersangkut di sebuah pohon. Namun dengan
wajah yang ditekuk ia menghembuskan napas kesal. Sayapnya tak berpungsi sama
sekali. Ia pun pergi ke tebing yang tinggi hendak mencoba kemampuan terbangnya.
Tangan dan sayapnya ia bentangkan lalu dengan mata tertutup sang puteri hendak
melompat dari tebing. Tiba-tiba seseorang menahannya dengan suara yang keras.
“Kamu
belum siap!”
Puteri
seketika membuka mata dan menahan kakinya yang hendak melompat. Lalu ia mencari
sumber suara.
“Kamu
belum siap terbang dengan sayap rusak seperti itu, Puteri!” Seorang lelaki
berdiri dengan memasang wajah khawatir.
“Siapa
kamu?”

