![]() |
| Alasan Mengapa Ide Menulis Terkunci |
Moan-Day! Hoaaaahm …. Sekarang saya ingin memotivasi diri sendiri atau bisa jadi orang lain yang ikut membaca tulisan saya. Iya, kamu. Yang sekarang sedang membaca deretan kata membosankan ini.
Menjadi seorang penulis itu kadang mengalami kejenuhan, atau mentok di ide yang ingin dituliskan. Tahukah kamu penyebabnya apa? Kalau dijawab, mungkin setiap orang memiliki pendapat berbeda-beda. Entah karena kesibukan, labil, sakit, dan lainnya. Namun saya punya alasan kenapa ide menulis terkunci dan agar kamu bisa menghindarinya. Let’s check ‘em out!
1. Absen sehari, ketagihan berkali-kali
Oh, jangan remehkan alasan pertama ini. Karena satu alasan, bisa melahirkan alasan-alasan lain yang menarikmu berada di zona nyaman. Karena lelah menulis, bisa jadi kamu ingin minta cuti sehari, (Ya kale, ini pabrik, pake acara cuti segala) menenangkan pikiran dan me-refresh ide. Sayangnya, hal ini justru celah kamu menjadi mager (malas gerak) untuk menulis. Walaupun ada ide di dalam kepala, namun terlanjur merasa dalam edisi cuti kamu jadi enggan menyentuh perangkat tulis-menulis. Alhasil ide yang tadinya muncul di kepala mulai hilang, dan tergantikan dengan kenyamanan untuk tidak menulis.
