“Are you a blog writer?”
“Hu’um,” jawabku.
“Apa asyiknya? Kenapa tak kau coba mengirim tulisan ke media. Bisa dinikmati orang dan juga mendapat penghasilan tambahan.” Fa menyelidik sembari memberi masukan.
Aku berdiri, berjalan mendekati jendela yang terbuka. Di langit tampak biru dan juga gumpalan awan yang bergerombol. Sesekali angin bertiup mengusap wajahku lembut. Secangkir kopi di tangan kuteguk perlahan.
