Pages

Sunday, 8 May 2016

A Blogger




“Are you a blog writer?”

“Hu’um,” jawabku.

“Apa asyiknya? Kenapa tak kau coba mengirim tulisan ke media. Bisa dinikmati orang dan juga mendapat penghasilan tambahan.” Fa menyelidik sembari memberi masukan.

Aku berdiri, berjalan mendekati jendela yang terbuka. Di langit tampak biru dan juga gumpalan awan yang bergerombol. Sesekali angin bertiup mengusap wajahku lembut. Secangkir kopi di tangan kuteguk perlahan.

May, what should i do?


Well, i'm not going anywhere. 
Bored?
Of course! Never ask me about that. 
So what are you doing in this long may?
Sitting around the room and have a nice sleep rest. 
What should i do?
Menjadi karyawan memang terkadang membosankan. Karena harus terikat dengan rutinitas tertentu. Jika bertemu dengan hari libur pun yang diinginkan hanyalah bermalas-malasan. Because the work days will come again to againts your strength. 
In the free days, i really want to kill the time. But i have no choice. Lazy to move or something else. 
Apa ini sebuah keluhan?
I think it is... 
What should i do?
Let's replan again what have planned before. Maybe there're something wrong with those. 
I can't focus to my passion. 
For now... 
I just want to walk through the way infront of me. 


Sunday, 13 March 2016

Maret, 2016


Maret, 2016
Sore semuanya...
Sebelumnya aku berpikir untuk tidak pernah menulis lagi di sini. Namun, beberapa saat kemudian berubah pikiran.
Inspirasi? Motivasi?
Ya, aku sempat memilikinya. Bahkan beberapa tulisan memang sengaja aku tujukan untuknya. Meski terkadang aku tahu itu salah. Karena takdir tidak bisa ditebak ujungnya. Apakah dia yang akan selalu menjadi inspirasi dan motivasiku, atau berubah seiring dengan waktu.

Bulan ini, usiaku akan mencapai 24 tahun. Sebagai seorang perempuan, seharusnya aku sudah lebih dewasa dari tahun-tahun sebelumnya. Tapi, aku tidak seperti itu. Segala hal yang orang dewasa lakukan belum tentu bisa aku lakukan. Seperti mengambil keputusan yang benar saat dihadapkan pada sebuah atau beberapa pilihan.

Keajaiban?
Ya. Terkadang aku percaya bahwa keajaiban itu ada. Namun, secara rasional aku juga berpikir bahwa keajaiban itu hanyalah hasil dari usaha dan keyakinan. Tidak mungkin aku menjadi orang sukses kecuali ada keajaiban yang datang. Dengan kata lain, tidak mungkin aku menjadi orang yang sukses kecuali jika aku berusaha.

Harapan?
Setiap orang memang seharusnya punya harapan, bukan? Tapi... harapan itu hanya akan memberi rasa sakit jika ternyata harapan itu berakhir menyedihkan. Lebih baik teruslah hidup dalam kenyataan. Tak perlu terlalu banyak berharap namun berusahalah menyeberangi jembatan yang akan mengantarkan kita pada kenyataan yang kita inginkan.

Pertengahan Maret 2016, biarkan bunga terus mekar, lalu gugur, mekar lagi, gugur lagi. Seperti halnya siklus hujan. Dia jatuh ke bumi, namun dia pasti kembali ke langit.


Aku hanya menunggu keajaiban di antara sebagian dari harapan.

Annyeong haseyo. Dinda-imnika. Bangapseumnida!!!