Pages

Saturday, 3 February 2018

Di Balik Valentine’s Day



A drawing depicts the death of St. Valentine — one of them, anyway. The Romans executed two men by that name on Feb. 14 of different years in the 3rd century A.D.Hulton Archive/Getty Images

Halo Februari, selamat siang pembaca! 

Jika melihat bulan masehi dan menilik pada Februari, maka dalam waktu dekat pada tanggal 14 Februari akan semarak orang-orang dari belahan dunia, merayakan hari ini. You know what? Sure, I think you already know about it! 

Jadi, sebelum kalian mau ikut-ikutan merayakan hari Valentine sebaiknya tahu terlebih dahulu apa yang ada di balik hari raya Valentine ini. Oke? 

Cuuus! 

Gak Nyaman Berada di Komunitas





Kali ini saya merasa butuh yang namanya curhat. Ini murni curhat dari hati yang paling dalam. Karena bagaimana pun, sebenarnya jika disuruh ngomong di depan seseorang pasti saya bisa cicit-cuit tanpa titik dan koma. Karena memang secara naluri, saya memang senang ngomong.

Jika bergabung dalam sebuah komunitas atau grup itu pada awalnya tak ada masalah untuk saya. Bahkan saya bisa mengimbangi dan mengikuti tema apa saja yang dibahas dalam komunitas tersebut. Namun yang jadi masalah adalah saya tidak bisa konsisten berada dalam komunitas atau grup tertentu. Ada ketidaknyamanan yang tak nampak di dalam hati. Eciyeeee!

Walau mungkin secara lahiriah saya terlihat menikmati. Namun di balik semua itu ada pergolakan batin. Terkadang karena apa yang ada di dalam pikiran saya berbeda dengan apa yang berada dalam pikiran orang lain. Oh, mungkin ini sesuatu yang biasa. Namun saya lebih tahu bahwa hal itu tidak biasa.

Orang-orang selalu memiliki ide, walau pun berbeda namun tetap satu arah. Namun saya berbeda. Inginnya sih seperti selalu menentang jika sesuatu itu tidak masuk di akal saya atau membuat diri saya merasa nyaman.

Dalam Dunia Buku

Dunia Buku

Setiap tokoh, memiliki kisahnya sendiri
Jika ceritanya dibuat sama
Maka endingnya harus dibuat berbeda 

Kita sering mendapati banyak publik figur yang membagikan kisahnya untuk memberi inspirasi. Namun tak sedikit dari mereka yang mengagumi, dan menginginkan apa yang terjadi di hidupnya bisa sama dengan pembagi kisah tadi. 

Terkadang kita lupa, bahwa di balik ini semua pun ada Sang Penulis cerita. Kita adalah tokoh yang berada dalam sebuah buku. Satu per satu kita jalani tanpa disadari telah ratusan bahkan ribuan halaman terlewati. Ada ujian, tangis, bahagia, kita ingin melompati halaman dan mengetahui apa endingnya. Namun hal itu tak memungkinkan karena bukan Dia yang tak sanggup berbuat demikian, namun kita sendiri yang akan kesulitan memahaminya.