Kali ini saya merasa butuh yang namanya curhat. Ini murni curhat dari hati yang paling dalam. Karena bagaimana pun, sebenarnya jika disuruh ngomong di depan seseorang pasti saya bisa cicit-cuit tanpa titik dan koma. Karena memang secara naluri, saya memang senang ngomong.
Jika bergabung dalam sebuah komunitas atau grup itu pada awalnya tak ada masalah untuk saya. Bahkan saya bisa mengimbangi dan mengikuti tema apa saja yang dibahas dalam komunitas tersebut. Namun yang jadi masalah adalah saya tidak bisa konsisten berada dalam komunitas atau grup tertentu. Ada ketidaknyamanan yang tak nampak di dalam hati. Eciyeeee!
Walau mungkin secara lahiriah saya terlihat menikmati. Namun di balik semua itu ada pergolakan batin. Terkadang karena apa yang ada di dalam pikiran saya berbeda dengan apa yang berada dalam pikiran orang lain. Oh, mungkin ini sesuatu yang biasa. Namun saya lebih tahu bahwa hal itu tidak biasa.
Orang-orang selalu memiliki ide, walau pun berbeda namun tetap satu arah. Namun saya berbeda. Inginnya sih seperti selalu menentang jika sesuatu itu tidak masuk di akal saya atau membuat diri saya merasa nyaman.
Saya tidak suka terikat pada peraturan yang dibuat manusia. Beda lagi kalau peraturan yang dibuat pencipta, itu saya prioritas banget. Bukan sombong, tapi berkata jujur pada diri sendiri dan orang lain.
Seperti sebelumnya saya pernah berada dalam sebuah grup ODOJ alias One Day One Juz. Bukan karena saya tidak menyelesaikan tugas tilawah satu juz perhari. Namun dengan melihat orang-orang berlomba mengisi terlebih dahulu daftar kholas, diri ini menjadi malas dan rasanya niat tilawah yang harusnya karena Allah menjadi terbengkokkan ingin menjadi terdepan di list yang dibuat manusia.
Sama halnya dengan grup hafalan Al-Qur’an, bukan menganggap remeh kehadiran grup itu. Alhamdullillah bagi mereka yang cocok dengan peraturannya. Karena saya merasa berbeda, dan tidak bisa mengikuti aturannya. Saya punya metode sendiri. Menghafal Al-Qur’an karena tekanan orang lain berbeda, dengan menghafal Al-Qur’an karena keinginan diri sendiri dan murni hanya karena Allah.
Belum lagi komunitas kepenulisan di facebook, grup whatsapp, dan grup-grup lainnya. Saya memutuskan untuk meninggalkannya dan berada dalam blog saya sendiri saja. Walaupun sekiranya tak ada pengunjung sekalipun, itu tak akan menyurutkan langkah saya untuk menulis setiap harinya.
Karena jika berada di dalam sebuah kelompok, seperti ada kompetisi, siapa yang lebih baik, siapa yang cepat, dan lain sebagainya. Iya jujur, mungkin sebagian besar hati saya berkata tidak menyukai kompetisi.
Segala sesuatunya hanya ingin saya lakukan karena kenyamanan diri saya sendiri, entah itu dalam ibadah atau pun kehidupan dunia. Maka tidak ada seorang pun yang bisa membelokkan niat saya jika itu sudah ada dalam hati saya.

No comments:
Post a Comment