Pages

Friday, 2 February 2018

Menjelajah Alam Mauritius, Perjalanan ke Gunung Le Morne


Mauritius
Sebenarnya yang saya posting ini adalah hasil dari bulan Oktober 2017, namun baru sekarang saya bisa suguhkan di blog ini. Maklum, waktu itu masih sok sibuk dan malasnya kumat untuk mengurusi blog. Namun kali ini, semangat sedang membara dan semoga tak padam lagi. Say, aamiin? 


Oke, jadi saya ditemani dengan beberapa orang yang lain memutuskan untuk pergi ke gunung Le Morne. Ini adalah perjalanan pertama saya menjejakkan kaki menulusuri alam Mauritius. Walau sebenarnya, tempat-tempat publik yang lain sudah saya kunjungi. Namun, alam menjadi prioritas  utama dibandingkan kesibukan kotanya.


Saat keberangkatan waktu itu hampir menjelang dzuhur, tapi kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Kondisi tubuh dan juga makanan untuk makan siang. Perjalanan dari rumah lumayan mengambil waktu, namun karena Mauritius ini negara yang kecil, jadi tak sampai berlama-lama. Mungkin kurang-lebih sekitar satu jam. Sampailah di kaki bukit gunung Morne ini. 


Sedikit cerita yang saya dengar dari penduduk Mauritius. Gunung Morne ini adalah tempat dimana para budak di zaman dulu melarikan diri dari tuannya. Mereka lari dan bersembunyi di gunung ini. Namun dikarenakan para tuannya itu mengejar sampai gunung tersebut, maka para budak yang melarikan diri memilih untuk terjun alias mati bunuh diri. Tragis ya? Namun perbudakan itu telah dihapuskan pada tanggal 1 Februari 1835. Dan hari itu menjadi hari libur nasional. Horeeee! Selamat ya Mauritius. Bertepatan dengan hari kemarin ya!

Lihat juga : Gris Gris Beach Mauritius 





Menurut Wikipedia, tinggi gunung Morne ini mencapai 556 meter di atas permukaan laut. Puncaknya melingkupi area sekitar 12 hektar. Wow, luasnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa pemandangan dari gunung Morne ini sangat memukau. Dan tidak salah kalau Mauritius dianggap oleh dunia internasional sebagai surga, baru satu potong ini saja sudah membuat hati menikmatinya. 

Nah pengunjung gunung Morne ini bukan hanya turis lokal, melainkan juga dari wisatawan asing. Beberapa kali saya berpapasan dengan orang Korea, Cina, dan beberapa wisatawan lainnya. 
Kebersihan di tempat wisata ini sangat terjaga. Mereka menyediakan tempat sampah dan juga tempat istrihat di spot-spot tertentu. 


Baru setengah jalan saya sudah kelelahan, maklum saat di Indonesia kebanyakan naik motornya dari pada jalan kaki dan olahraga. Jadi olahraga rutinlah sebelum menjelajah alam dengan kakimu. 


Saat saya mengambil foto ini, saya sudah mendaki gunung Morne. Namun belum sampai pada puncaknya. Dikarenakan rawan, maka para lelaki melarang untuk pergi ke puncaknya yang terjal itu. Jadilah saya menunggu dan mendo'akan mereka yang berusaha meraih puncak gunung Morne. 


Sebenarnya Indonesia pun tak kalah indah dan surgawi pemandangannya. Namun karena ini adalah langkah pertama saya menapaki gunung yang tinggi, maka baru kali ini saya merasa sangat takjub sekali. Melebihi takjubnya saat melihat pemandangan di Indonesia. Maklum jarang piknik!


Dari gunung Morne ini saya bisa melihat pemandangan yang menakjubkan. Laut biru yang luas dengan degradasi warna putih dan abu-abu. Serta pegunungan yang memancang melegakan hati ketika memandangnya. Rasanya jika orang memiliki setumpuk masalah, berkunjung ke sini bisa lupa. Ya, walau masalahnya gak sepenuhnya hilang. Heheh. 



Namun karena waktu sudah menunjukkan sore hari, maka para lelaki pun turun sebelum mencapai puncak, Dikarenakan rawan jika mendaki di tengah malam. Medan yang terjal bisa membahayakan jika pendakian terus dilanjutkan. dan pihak pengawas gunung pun memberikan batasan agar pengunjung tidak mendaki melewati batas senja. 

Walau hanya sekejap saja. Namun perjalanan menapaki alam itu mengasyikkan. Bisa lebih mensyukuri nikmat Allah dan juga bisa lebih memahami hakikat penciptaan lewat keindahan alam ciptaan-Nya. Kita menjadi merasa sangat kecil dan Maha Besarnya Allah yang menciptakan ini semua. 



Sampai jumpa di perjalanan berikutnya .... :D


Baca Juga : Badai Tropis Melanda Mauritius 

No comments:

Post a Comment