Pages

Friday, 2 February 2018

Cara Mensyukuri Nikmat Sehat

sumber pic : alodokter.com

Apa kabar hari ini?
Alhamdulillah, luar biasa, Allahu Akbar!

Itulah yel-yel yang sering dilontarkan oleh mahasiswa El-Rahma jika ditanya kabar. Tidak heran, karena ucapan yang baik akan memberi dampak positif terhadap siapa yang mengucapkannya. Terlebih lagi, ucapan syukur harus senantiasa dilisankan oleh para hamba-Nya, karena nikmat yang melimpah tiada terhingga.

Namun seringnya, tanpa kita sadari apa yang telah Allah limpahkan kepada kita, terlalu sering kita abaikan dan menganggapnya hal sepele. Nikmat memiliki tubuh yang sempurna, nikmat rezeki walau hanya sesuap nasi, nikmat persaudaraan, dan nikmat lainnya yang terhitung jumlahnya, termasuk nikmat sehat yang akan saya bahas kali ini.

Kita tidak akan merasakan betapa nikmat sehat itu sangat berarti bagi manusia, terutama bagi seorang muslim yang sadar menjalankan aktifitas di kesehariannya diwajibkan untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kecuali di saat dia sendiri merasakan apa itu sakit.

Allah memberikan sakit dengan tujuan tertentu, bisa jadi karena ujian atau hukuman. Jika itu ujian, maka Allah ingin melihat seberapa sabar hamba-Nya jika ditimpa penyakit sekalipun penyakit itu mematikan. Dan jika itu hukuman, maka Allah ingin memberikan hukuman karena kelalaian manusia itu sendiri dan jika dia bersabar hukuman itu akan menjadi penggugur dosanya. Lihat artikel lengkapnya di sini.

Selain nikmat iman dan islam, nikmat sehat adalah karunia terbesar pula. Lantas bagaimana cara kita mensyukuri nikmat sehat ini? Yuk ikuti saran saya di bawah ini :

1.      Menjaga Kesehatan

Manusia jika diberikan sehat, terkadang mereka lupa bagaimana cara mensyukurinya. Banyak di antara kita yang mengaku muslim dan mukmin, namun pola hidup yang kita jalankan sama sekali jauh dari tuntunan Nabi Shalallahu ‘alahi wasallam. Dari cara makan dan minum, dari lain sebagainya. Umat muslim saat ini lebih mengadopsi cara hidup budaya barat. Makanan diolah sedemikian rupa sehingga jauh dari bentuk aslinya, kandungan nutrisi di dalamnya menghilang karena terlalu lama memasaknya dengan berbagai racikan, dan dengan porsi yang jauh dari kata cukup.

Rasulullah bersabda “Cukuplah bagi anak keturunan Adam agar makan sekadar untuk menegakkan tulang sulbinya (tulang punggung). Melainkan jika ia tidak dapat mengelak, maka isilah sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya.” (HR At-Tirmidzi)

Sekarang banyak orang mengkonsumsi makanan yang berminyak, berlemak, minuman bersoda, dan makanan dan minuman yang tak layak dikonsomsi tubuh.
Terlebih saat puasa Ramadhan, setengah hari perut kosong karena puasa, namun saat berbuka segalam makanan dimasukkan tanpa melihat baik-buruknya efek dari makanan tersebut.

Tubuh kita ini terdiri sel-sel dengan ukuran kecil. Yang kita butuhkan adalah nutrisi, bukan jumlah makanan yang besar, hanya dengan melihat lezatnya di mulut namun tak melihat bagimana reaksi di pencernaan.

Maka menjaga kesehatan dengan cara mengikuti pola hidup sehat ala Rasulullah perlu diikuti, mulai dari makan, minum, berolah raga, harus jadi gaya hidup muslim masa kini.

2.      Gunakan waktu untuk mencari ilmu dan mengamalkannya

Terkadang kita lebih sering berleha-leha dibanding memanfaatkan waktu. Karena memiliki angan-angan tentang umur yang panjang. Padahal kita tidak pernah tahu kapan waktu kita benar-benar berakhir, namun kematian sudah jelas pasti datangnya. 

Maka untuk mensyukuri nikmat sehat yang kita miliki adalah dengan cara memaksimalkan waktu yang kita punya untuk mencari ilmu dan mengamalkannya. Karena ketika sakit menyerang, yang ada tubuh dan pikiran tidak mudah untuk fokus belajar, begitu pula tak bisa sempurna untuk mengamalkannya. 

Gunakan waktu sehat, untuk mencari ilmu dengan sebanyak-banyaknya. Tidak akan rugi, yang ada malah ilmu kita bertambah, derajat kita Allah naikkan dengan hal tersebut.

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.“ (Al Mujadilah : 11)

3.      Perbanyak amal akhirat dibanding amal dunia

Memang tidak ada yang salah jika kita senang berlomba dalam masalah duniawi. Namun segala yang berhubungan dengan dunia ini hanya sementara. Maka perbanyaklah amal yang akan kekal di akhirat kelak.

Bisa dengan tilawah Qur'an setiap hari, menambahkan shalat sunnah selain shalat wajib, mentadaburi Al-Qur'an, membaca buku-buku yang bermanfaat, menulis hal inspiratif, menambah hafalan Qur'an, bersilaturahmi, sedekah, dll. 

Itulah tiga poin penting dalam mensyukuri nikmat sehat yang Allah berikan. Semoga menjadi pembelajaran dan tidak menyia-nyiakan apa yang Allah telah limpahkan. Sehat selalu, barokallahu fikum.

Wallahu a’lam bisshowab.


No comments:

Post a Comment