![]() |
| Dunia Buku |
Setiap tokoh, memiliki kisahnya sendiri
Jika ceritanya dibuat sama
Maka endingnya harus dibuat berbeda
Kita sering mendapati banyak publik figur yang membagikan kisahnya untuk memberi inspirasi. Namun tak sedikit dari mereka yang mengagumi, dan menginginkan apa yang terjadi di hidupnya bisa sama dengan pembagi kisah tadi.
Terkadang kita lupa, bahwa di balik ini semua pun ada Sang Penulis cerita. Kita adalah tokoh yang berada dalam sebuah buku. Satu per satu kita jalani tanpa disadari telah ratusan bahkan ribuan halaman terlewati. Ada ujian, tangis, bahagia, kita ingin melompati halaman dan mengetahui apa endingnya. Namun hal itu tak memungkinkan karena bukan Dia yang tak sanggup berbuat demikian, namun kita sendiri yang akan kesulitan memahaminya.
Jangan pernah berharap memiliki kisah yang sama. Karena kita berada di buku yang berbeda. Kita punya alur hidup yang dituliskan-Nya, dan tentu memiliki keunikan sendiri dalam setiap jejak yang kita lewati.
Jika di perjalanan kau menemukan seseorang, lantas menilaimu demikian dan demikian. Maka ambil yang baiknya, dan abaikan selebihnya. Orang itu mungkin hanya membaca halaman 745 namun tak membaca halaman pertama sehingga tak mengetahui siapa dirimu sebenarnya. Maka jangan keburu terluka dan berputus asa. Karena yang menilai kamu baik atau buruk adalah dia Sang Penulis cerita.
Ingat, bahwa kita tidak tahu kapan cerita kita berakhir. Karena bisa saja Dia memilih untuk mengakhiri cerita dengan ending menggantung. Sehingga pembaca tak memahami apa yang sedang terjadi, namun Dia lebih tahu apa yang terbaik.
Jangan merasa pintar dan mencoba keluar menemukan kebahagian di buku yang lain. Karena bisa jadi cerita orang lain tak akan cocok dengan karakter yang telah Dia gariskan padamu. Walau pun tokoh dalam buku lain terlihat kaya dan bahagia, namun kamu tak akan mampu mendeskripkan ide pokok ceritanya. Maka tetaplah pada ceritamu sendiri. Hadapi dan lewati hingga suatu saat kau akan sampai pada ending yang tiada terduga.

No comments:
Post a Comment