Pages

Saturday, 10 February 2018

Niat Mempelajari Filsafat

Google Doc


Pendidikan tidak selalu datang dari gedung sekolah ataupun universitas. Namun pendidikan itu datang dari diri kita yang berusaha untuk menenggelamkan diri dengan mempelajari suatu ilmu. Bahkan orang-orang yang beralmamater pun bisa saja hanya menjadi provokator perusak lingkungan. Hal itu tergantung pada individu yang menghargai eksistensi pendidikan atau tidak.

Jari-jari tangan saya bergerak menelusuri beberapa situs dengan atau tanpa sengaja. Saya meyakini bahwa setiap ilmu memiliki kaitan dengan Islam. Dimana Islam merupakan warisan dari Tuhan untuk mengatur kehidupan. Maka setiap ilmu pun berasal dari ‘Sumber’ yang mewariskan Islam.

Dahulu saya pernah mengenal sedikit tentang filsafat. Ada fragmen-fragmen yang tersimpan dalam memori mengenai kata tersebut. Sebagian menganggap bahwa filsafat adalah salah satu penyebab runtuhnya kejayaan Islam. Namun saya tidak melanjutkan penelitian, apakah memang benar filsafat itu bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Karena  sejarah mencatat keberadaan beberapa filsuf yang terkenal pun ada yang bertitelkan muslim. Inilah yang membuat saya ingin mengetahui lebih jauh tentang filsafat.


Saya tidak tahu dari mana pengetahun tentang filsafat yang menjadi salah satu penyebab runtuhnya kejayaan Islam. Namun saat saya lihat melalui google ternyata yang menyebabkan Islam terbelakang adalah serangan filsafat Yunani dan Persia. Hal ini akan saya pelajari lebih lanjut, mengapa hal tersebut bisa terjadi. 

Perlu digaris bawahi bahwa segala ilmu itu bersumber dari Tuhan yang Maha Esa. Tidak seharusnya mereka membagi-bagi ini ilmu islam dan itu ilmu barat. Karena apapun ilmu tersebut walau berasal dari pemikiran manusia, sejatinya semua itu dengan atas izin Allah pemikiran tersebut datang di kepala manusia.

Seperti halnya Al-Khawarizmi, tidak memisahkan matematika, geografi, dan astronomi dari Islam. Karena ilmu-ilmu yang dia hasilkan semata-mata terinspirasi dari keyakinannya sebagai seorang muslim, yang menjadikan Islam landasan dalam aktivitasnya.

Ada sebagian orang yang takut untuk mempelajari filsafat, dengan alasan takut terjerumus pada pemikiran yang salah. Namun secara subjektif, ketakutan itu muncul hanya karena rasa was-was imannya tertukar. Padahal seorang mukmin, dia harus yakin bahwa Allah Pelindung dan hanya dengan kekuasaan-Nya kita berada di jalan lurus atau tersesat. Niatkan dalam hati saat ingin mempelajari sesuatu, bukan karena ingin membangkang pada-Nya. Namun untuk mengeksplorasi ilmu di dunia, semata-mata untuk membesarkan nama-Nya dan melihat bukti-bukti kekuasaan-Nya melalui beragam disiplin ilmu. Dan itu tercantum dalam Al-Qur’an bahwa manusia harus membaca (Iqra).

Berada dalam lingkungan para pelacur, bukan berarti kita pun menjadi seorang pelacur. Walau manusia yang berjubah putih akan menganggap negatif keberadaan kita, namun Allah tahu apa niatan di dalam hati. Maka mempelajari sebuah filsafat atau ilmu lain pun tidak berarti kita menjadi orang tak beriman, justru dengan mempelajari berbagai ilmu, pemahaman kita akan lebih tajam dalam membedakan mana yang benar dan salah. Tidak mudah menghakimi orang lain karena satu masalah.

Maka saya meluruskan niat untuk mempelajari filsafat semata-mata karena rasa penasaran kepada ilmu-Nya. 



No comments:

Post a Comment