Pages

Wednesday, 7 February 2018

Indonesian Taste




Today I'm not going to be so serious in this post and also I might mix my writing language with bahasa. Jadi ceritanya, it's has been long time I've not consumed these noodles. 

Sebenarnya bukan hal yang asing untuk membahas mie khas Indonesia. There're many kinds of noodle. But still, it's rare to find Indonesian products here. Do you know how proud I am to find them? Don't worry it didn't make me crying at all, just a wonder feeling because a home sick.

Huh! I'm so nervous. LOL 

Sejak berada di Indonesia saya memang lebih senang mengkonsumi produk mie dengan merk Indomie ini. Karena rasanya yang pas dilidah membuat ketagihan dengan porsi yang cukup dalam satu bungkus. Secara untuk anak kos seperti saya, mie adalah makanan wajib yang harus tersedia di kala dompet menipis. Bukan hanya itu, tapi juga karena mudahnya memasak mie itu lebih instan. Bekerja dari jam delapan sampai lima, terkadang membuat badan malas bergerak untuk memasak makanan yang kompleks. Maka mie dan telur adalah pilihan yang paling sederhana untuk seorang pekerja yang sok sibuk ini. Walau sebenarnya tidak baik pula untuk mengkonsumsinya setiap waktu. 

Saya sempat bertanya kepada teman sesama WNI yang juga tinggal di Mauritius, apakah ada produk Indonesia di sini. Dia bilang ada, namun tak banyak. Yang paling saya inginkan adalah mie dan kecap. Untuk Mie, baru kemarin saya menemukan ini di swalayan terdekat. Namun untuk kecap, sepertinya mata saya kurang teliti untuk mencari. Barangkali saat belanja selanjutnya akan saya temukan. 



Yang menarik adalah sebelumnya saya tidak pernah tahu apakah produk keluaran Indofood ini benar-benar asli dikelola oleh Indonesia. Namun hari ini saya penarasan dan melihat sejarah pembentukan perusahannya. Tertanya memang direktur utama perusahaan ini adalah warga negara Indonesia, yaitu Anthoni Salim.

Baca Juga : Menjelajah Alam Mauritius, Perjalanan ke Gunung Le Morne


Awalnya PT.Indofood ini didirikan dengan nama PT. Panganjaya Intikusuma melalui perusahaan patungan yang berafiliasi pada Pepsico Inc. Memulai dengan memproduksi makanan ringan. Sekarang Indofood tidak hanya memiliki produk mie instan dengan merk Indomie tapi juga Sarimi, Supermi, Popmie, Mie telur Cap Tiga Ayam, Sakura, Pop Bihun, juga produk-produk lainnya seperti pasta, tepung, susu, dll. 



Yang menjadi juara selain rasanya, Indomie juga sudah memiliki sertifikat halal yang mana sangat diutamakan untuk seorang muslim yang tinggal di negara non-muslim. Hal ini membantu muslim mengkonsumsi mie tanpa ragu akan kehalalannya. 

Selain itu saya pun melihat bahwa PT Indofood memiliki cara marketing yang membuat saya tertarik. Yaitu mereka bisa menyesuaikan produk sesuai pangsa pasar. Di Indonesia saya terbiasa melihat tulisan yang ada pada kemasan Indomie dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Namun kali ini berbeda. 

Cara Penyajian yang tertulis di kemasan adalah dalam bahasa Inggis dan Prancis. Secara Mauritius ini kan negara dimana penduduknya berbahasa utama Prancis dan Inggris. Menarik bukan?

Di Mauritius harga satu bungkus Indomie goreng itu Rs. 11,- alias sebelas rupee, kalau dirupiahkan sekitar Rp. 4500,- Mahal eung. Hahaha! Kalau yang mie kuah itu Rs. 8.50, dalam rupiah sekitar Rp. 3.500,- maklum perjalanan jauh. Masih untuk tidak remuk juga. Hehehe.


Namun bagaimanapun, kita harus pandai dalam mengkonsumsi makanan instan. Agar tidak terlalu sering karena tidak baik untuk kesehatan. Akhirul kalam : Indomie ... seleraku! Eaaaa

Sekian dan Terima Gaji. Eh Terima Kasih. Au Revoir!

Baca Juga : Be A Professional Servant 


No comments:

Post a Comment