![]() |
| Rose Gift |
Kalau sudah membahas masalah cinta, rasanya hati ikut berbunga-bunga. Yah, siapapun itu pasti kalau sudah menyebut nama si “cinta” mendadak wajah tersipu dan bibir mengulum senyum. Menulis masalah ini jari saya lebih lancar dibanding menulis masalah lain. Berasa jadi ahli cinta! Ea ….
Anak muda zaman now itu, rasanya enggak afdhol kalau di hidupnya tidak ada yang namanya cinta. Tapi tahukah kamu bahwa cinta sejati itu tidak datang dengan menjalin hubungan bertahun-tahun dari TK sampai kuliah dan menikah. Rasanya sangat jarang ditemukan hal semacam itu, ya walau mungkin ada. But it’s so rare!
Apa sih cinta? Banyak para penyair, penulis, pemuisi, mengartikan arti cinta. Namun sungguh, cinta itu bisa ditafsirkan berjuta-juta makna tergantung si penafsir . Maka tidak ada terjemahan mutlak mengenai arti cinta. Namun saya ingin menafsirkan cinta itu sebagai suatu rasa yang membuat seseorang rela berkorban.
Sekarang apa itu cinta sejati? Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang dimaksud dengan sejati adalah murni, tulen, asli. Maka cinta sejati adalah cinta yang tumbuh dengan murni.
Sekarang saya akan kaitkan dengan judul di atas, kenapa Cinta Sejati Datang Setelah Menikah? Akan saya kemukakan alasannya secara gamblang.
Biasanya mereka yang jatuh cinta di saat muda dan tidak akhirnya menikahi orang yang dicintainya, mereka akan menyebutnya cinta monyet. Kenapa tidak cinta sejati? Karena itu dia, bahwa cinta yang dirasakan saat itu hanya untuk bermain-main belaka bukanlah cinta sejati. Namun hanya karena rasa ingin dihibur.
Jika dirasakan sebelum ijab-kabul, maka itu hanya cinta palsu. Sedangkan yang dirasakan setelah mahligai pernikahan maka itulah cinta sejati. Murni karena yang menumbuhkan rasa cinta itu Allah yang meridhoi perasaannya tersalurkan dengan cara yang benar. Sedangkan rasa cinta yang tumbuh sebelum menikah, itu hanya ujian yang seharusnya bisa dialihkan bukan disalurkan melalui pacaran atau angan-angan memiliki.
Cinta sejati yang datang setelah menikah akan membuat keduanya ikhlas berkorban demi masing-masing yang dicintainya. Seorang suami akan rela membanting tulang menafkahi keluarga, mendidik dengan sabar walau terkadang sering terluka karena istri yang merajuk, anak-anak mengeluh, waktu tidur tersita, namun itulah cinta sejati yang secara otomatis membuatnya berkorban.
Begitu pula dengan sang istri, dia akan bersabar dengan segala rasa lelah mengurusi rumah tangga, anak-anak, dan lainnya. Semata-mata karena cinta sejati yang tumbuh di hati mereka. Dan cinta itu sangat kuat karena diikat oleh ikatan yang kuat, Allah menyebutnya “Mitsaqan Galidzah” atau janji yang kuat. Dimana saat kedua menginjak altar pernikahan dan mengucap janji suci, langit bergemuruh, malaikat pun ikut mendo’akan. Setiap kali suami memandang kepada istrinya dengan cinta, penghuni langit pun terpesona dan mendo’akan untuk keduanya. Dan Allah pun ridho dengan segala tindak-tanduk mereka.
Berbeda halnya orang yang dikaruniai perasaan lantas disalurkannya melalui pacaran, maka Allah akan sangat murka. Dengan tegas Allah sebutkan dalam Al-Qur’an 17;32 :
“Dan janganlah kamu mendekati zina, (zina) itu sungguh perbuatan yang keji dan jalan yang buruk.”
Kenapa pacaran itu identik dengan berbuat zina, hayo? Coba perhatikan hadits berikut.
“Ditetapkan atas anak cucu Adam bagiannya dari zina akan diperoleh hal itu tidak mustahil. Kedua mata zinanya adalah memandang (yang haram). Kedua telinga zinanya adalah mendengarkan (yang haram). Lisan zinanya adalah berbicara (yang haram). Tangan zinanya adalah memegang (yang haram). Kaki zinanya adalah melangkah (kepada yang diharamkan). Sementara hati berkeinginan dan berangan-angan, sedang kemaluan yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.”
Karena tidak mungkin orang yang pacaran tidak saling memandang, tidak saling mengobrol, memegang, jalan-jalan, dan memikirkan si doi? Jadi tidak ada istilah dalam islam untuk menyalurkan cinta dengan pacaran. Apapun labelnya, mau pacaran islami yang enggak pegangan tangan, LDR alias Long Distance Relationship, apapun jenis pacarannya. Maka itu terlarang dalam agama Islam.
Saya tidak akan membahas lebih jauh masalah pacaran, namun yang ditekankan adalah cinta yang lahir setelah menikah itu lebih indah karena dituntun dan diridhoi oleh Sang Pencipta cinta. Tidak terombang-ambing dengan perasaan yang hanya hayalan. Kalau sudah menikah, jangankan menyentuh, memandang pasangan saja sudah berpahala.
Jadi kalau belum siap untuk menikah, jangan dulu lebay mengobral si doi cinta sejatimu. Ingat cinta sejati itu cuma ada setelah akad. Kalau masih janji-janji dan rencana jauh, itu mah bukan cinta, tapi fatamorgana.
Kalau masih belum siap menikah, lebih baik dekatkan diri pada-Nya, cari ilmu, dan kejar cita-cita. Nanti Dia akan berikan kejutan dari arah yang tiada disangka-sangka. Seseorang yang siap menumbuhkan cinta sejati dalam mahligai rumah tangga.
Barokallahu fikum.
Sampai jumpa ditulisan selanjutnya …..


Semoga segera bertemu dengan cinta sejatinya...:)
ReplyDeleteaamiin, alhamdulillah saya sudah menikah mbak :)
Delete