Sebelum tahun berganti, saya sering ditanya apakah di Indonesia sering terjadi badai. Saya menjawab bahwa yang sering terjadi di Indonesia itu banjir, longsor, gempa bumi, tsunami, kalau badai sepertinya jarang mendengar beritanya. Lantas dia melanjutkan bahwa di Mauritius setiap tahun selalu terjadi badai tropis di sekitar bulan januari.
Dan ternyata memang
ucapan itu bukan hanya prediksi, hal ini seperti sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat bahwa badai tropis ini memang selalu melanda di awal tahun. Saat saya bilang pada teman bahwa di Mauritius terjadi badai. Dia bilang, “Enjoy your first cyclone in Mauritius,” dengan entengnya seakan itu menjadi hal yang lumrah.
Pemerintah Mauritius senantiasa memperingatkan kepada penduduk agar senantiasa waspada dan berhati-hati dalam menjalankan aktifitas. Kemarin tanggal 16 Januari 2018, saya mendapatkan pesan broadcast dari operator setempat mengenai peringatan badai tingkat tiga yang akan terjadi sekitar jam empat dini hari dan jam sebelas pagi waktu Mauritius, dimana hembusannya diperkirakan sekitar 110 kilometer per jam. Karena badai ini aktifitas penduduk pun dihentikan, banyak toko-toko tutup, sekolah diliburkan, bandara dan pelabuhan pun ditutup karena sangat berbahaya untuk mengoperasikan transportasi umum di saat cuaca tidak bersahabat.
Sekitar jam 3.30 GMT dini hari saya terbangun, sekitar pukul 3.40 GMT listrik tiba-tiba mati, saya pikir ini menyangkut informasi kemarin tentang badai yang akan berhembus ke Mauritius.
Badai topan ini dinamai dengan badai Berguitta. Dari yang saya dengar sudah ada kerusakan yang disebabkan badai ini. Di antaranya pohon-pohon yang tumbang menghantam rumah penduduk sehingga pemerintah mengungsikan mereka ke tempat yang sudah disediakan dan juga memberikan dana ganti rugi untuk mereka yang rumahnya terkena bencana alam ini.
Saya jadi teringat dengan badai yang melanda Texas dan pulau Karibean yang memporak-porandakan segalanya di tahun 2017 kemarin. Baru pertama kali dalam hidup saya menyaksikan kejadian alam yang seperti ini. Jika Allah berkehendak, pulau Mauritius yang kecil mungil ini bisa saja disapu badai tropis ini. Semakin membuat saya berpikir akan kuasa Allah yang Maha Besar.
No comments:
Post a Comment