Pages

Thursday, 4 January 2018

Apa Gunanya Berbagi?

Google Doc
#ODOP
Bilingual
Dua bahasa

Apa Gunanya Berbagi?
Kalau mendengar atau membaca kata berbagi tentu kita berpikir harus ada sesuatu yang dibagikan tentunya. Apakah harta, tenaga, ilmu, atau sekedar berbagi kenangan tentang mantan?
Yaelah, kok ke situ sih teh? Anu, maklum soalnya kan banyak tuh di beranda yang berbagi kegalauan karena mantan.
Karena latar belakang  penulis (dimana itu saya sendiri) merupakan seorang muslim. Maka standar tulisan ini pun akan dikaitkan dengan kepentingan agama tertentu, Islam.
Berbagi Harta, “boro-boro berbagi harta, ini juga banyak banget kurangnya. Beli pulsa aja ngutang, Teh.”
Berbagi tenaga, “Yaelah, siang kerja, malam aku istirahat gak ada waktu buat bantu. Lagian badanku kecil, gak ada tenaga yang bisa disumbangkan.”

Berbagi Ilmu, “Duh, aku bukan ustadz yang bisa berbagi ilmu, Teh, masih banyak yang belum aku tahu.”
Berbagi kenangan bersama mantan, “Nah kalau ini sih, banyak. Huuhu.”
Kenangan bersama mantan mah perlu dibakar, biar gak ada sisa dan bukti. Jangan dikubur, entar kamu malah ziarah lagi.
Biasanya banyak alasan untuk menyangkal dalam berbagi, sepele sih alasannya cuma karena kita pun masih serba kekurangan. Namun, semangat seorang muslim itu harus digali. Biar hidup di dunia ini tuh gak sia-sia. Dan bisa memberi manfaat kepada orang lain walau sebesar atom kadarnya.
Manusia itu memang diciptakan bersama kekurangan, tidak ada manusia yang sempurna. Kalau menunggu untuk sempurna, toh kita tidak akan mampu dan waktu pun akan habis tanpa memberi manfaat apapun ke dunia.
 بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً

Sampaikanlah dariku walau satu ayat (Al-Qur’an) HR. Bukhari

Menyampaikan sesuatu yang kita pahami dengan niatan tentunya karena Allah semata. Yang jelas, apa yang kita sampaikan perlu ada ikatan dengan posisi kita sebagai hamba. Allah tidak menciptakan kita dengan kebetulan, namun sudah ditentukan sebagai khalifah di bumi. Tugas kita menyampaikan yang haq, dan mencegah dari yang mungkar. Ingat, hadits ini :

  وخير الناس أنفعهم للناس
Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni.
Jangan pernah takut untuk berbagi, karena Allah saja yang menjadi penilai. Barangkali dari apa yang kita bagikan kepada penduduk bumi, setidaknya ada satu yang menjadi alasan kita mendapatkan karunia berupa ampunan-Nya.

What the Use of Sharing?
If we notice about the word of sharing, indeed there should be something to be shared. Whether wealth, energy, knowledge, or just sharing about ex-thing (i.e. b/g-friend).
Oh, come on, Why do you mention that thing? Sorry, It’s because so many posts on my Facebook home related their love anxiety of ex-thing.
Because of my background is a Muslim , so what I write will base on the religion of Islam it self.
Sharing of wealth, “Don’t expect about money, even I got less for my self. I still have an unpaid bill of my wifi.”
Sharing of Energy, “Oh, gosh! During the day I work, in the night I take a rest therefore I have no much time to help. And also I’m a lil cute girl, there’s no lot of energy in me.”
Sharing of Knowledge, “Oops, I’m not a scholar who could share about knowledge. There’re many things that I don’t know yet.”
Sharing about ex-thing, “Yes, here I am … with a lot of memories.”
The memories about your ex shouldn’t be exposed, just burn them in order nothing left. Don’t bury them because you can still visit its grave.
It’s so common for giving many reason to deny about sharing. The reason is simple, only because we’re still not perfect. But, as a Muslim, we shouldn’t loaf about sharing to others, conversely encouraging our selves in a good thing is a must. Thus we won’t waste time of life, and we could give benefit to others even though only a small of atom.
Human is created with the lack, no one is perfect. If we wait to be perfect, we could never be and the time in the world will end uselessly.
 بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً

Convey from me even an ayah (Of the Qur’an). Narrated Bukhari
 Delivering something we understood solely for the sake of Allah. Indeed, what we share should be linked to our position as a servant. Allah didn’t create us by chance, but it’s already determined as khalifah (deputy) on the earth. Our duty is invite into good and forbid from evil. Remember this hadith :

 وخير الناس أنفعهم للناس



The best person is a person who benefits human being.
Narrated by Thabrani and Daruquthni
Thereof, do not be afraid to share, because Allah is The only Judge. It might be from what we share to the mankind, at least there is one that can be a reason for us to get His bounty which is His forgiveness.


Mauritius, January 4, 2018  AD – 16 Jumadi Al-Akhir 1439 AH 

No comments:

Post a Comment