Bilingual
Dua bahasa
Apa Gunanya Berbagi?
Kalau mendengar atau membaca kata berbagi tentu kita berpikir
harus ada sesuatu yang dibagikan tentunya. Apakah harta, tenaga, ilmu, atau
sekedar berbagi kenangan tentang mantan?
Yaelah, kok ke situ sih teh? Anu, maklum soalnya kan banyak
tuh di beranda yang berbagi kegalauan karena mantan.
Karena latar belakang penulis (dimana itu saya sendiri) merupakan
seorang muslim. Maka standar tulisan ini pun akan dikaitkan dengan kepentingan
agama tertentu, Islam.
Berbagi Harta, “boro-boro berbagi harta, ini juga banyak
banget kurangnya. Beli pulsa aja ngutang, Teh.”
Berbagi tenaga, “Yaelah, siang kerja, malam aku istirahat
gak ada waktu buat bantu. Lagian badanku kecil, gak ada tenaga yang bisa
disumbangkan.”
Berbagi Ilmu, “Duh, aku bukan ustadz yang bisa berbagi ilmu,
Teh, masih banyak yang belum aku tahu.”
Berbagi kenangan bersama mantan, “Nah kalau ini sih, banyak.
Huuhu.”
Kenangan bersama mantan mah perlu dibakar, biar gak ada sisa
dan bukti. Jangan dikubur, entar kamu malah ziarah lagi.
Biasanya banyak alasan untuk menyangkal dalam berbagi,
sepele sih alasannya cuma karena kita pun masih serba kekurangan. Namun,
semangat seorang muslim itu harus digali. Biar hidup di dunia ini tuh gak sia-sia.
Dan bisa memberi manfaat kepada orang lain walau sebesar atom kadarnya.
Manusia itu memang diciptakan bersama kekurangan, tidak ada
manusia yang sempurna. Kalau menunggu untuk sempurna, toh kita tidak akan mampu
dan waktu pun akan habis tanpa memberi manfaat apapun ke dunia.
بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
Sampaikanlah dariku walau satu ayat (Al-Qur’an) HR. Bukhari
Menyampaikan sesuatu yang kita pahami dengan niatan tentunya
karena Allah semata. Yang jelas, apa yang kita sampaikan perlu ada ikatan
dengan posisi kita sebagai hamba. Allah tidak menciptakan kita dengan
kebetulan, namun sudah ditentukan sebagai khalifah di bumi. Tugas kita
menyampaikan yang haq, dan mencegah dari yang mungkar. Ingat, hadits ini :
Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat
bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni.
Jangan pernah takut untuk berbagi, karena Allah saja yang
menjadi penilai. Barangkali dari apa yang kita bagikan kepada penduduk bumi,
setidaknya ada satu yang menjadi alasan kita mendapatkan karunia berupa
ampunan-Nya.
What the Use of Sharing?
If we notice about the word of sharing, indeed there should
be something to be shared. Whether wealth, energy, knowledge, or just sharing
about ex-thing (i.e. b/g-friend).
Oh, come on, Why do you mention that thing? Sorry, It’s
because so many posts on my Facebook home related their love anxiety of
ex-thing.
Because of my background is a Muslim , so what I write will
base on the religion of Islam it self.
Sharing of wealth, “Don’t expect about money, even I got
less for my self. I still have an unpaid bill of my wifi.”
Sharing of Energy, “Oh, gosh! During the day I work, in the
night I take a rest therefore I have no much time to help. And also I’m a lil
cute girl, there’s no lot of energy in me.”
Sharing of Knowledge, “Oops, I’m not a scholar who could
share about knowledge. There’re many things that I don’t know yet.”
Sharing about ex-thing, “Yes, here I am … with a lot of
memories.”
The memories about your ex shouldn’t be exposed, just burn
them in order nothing left. Don’t bury them because you can still visit its
grave.
It’s so common for giving many reason to deny about sharing.
The reason is simple, only because we’re still not perfect. But, as a Muslim,
we shouldn’t loaf about sharing to others, conversely encouraging our selves in
a good thing is a must. Thus we won’t waste time of life, and we could give benefit
to others even though only a small of atom.
Human is created with the lack, no one is perfect. If we
wait to be perfect, we could never be and the time in the world will end
uselessly.
بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
Convey from me even an ayah (Of the Qur’an). Narrated Bukhari
Delivering something
we understood solely for the sake of Allah. Indeed, what we share should be
linked to our position as a servant. Allah didn’t create us by chance, but it’s
already determined as khalifah (deputy) on the earth. Our duty is invite into
good and forbid from evil. Remember this hadith :
The best person is a person who
benefits human being.
Narrated by Thabrani and Daruquthni
Thereof, do
not be afraid to share, because Allah is The only Judge. It might be from what
we share to the mankind, at least there is one that can be a reason for us to
get His bounty which is His forgiveness.
Mauritius, January 4, 2018 AD – 16 Jumadi Al-Akhir 1439 AH

No comments:
Post a Comment