Pages

Tuesday, 27 January 2015

Eksistensi Menulis dan Membaca

Jika ditanya, “Untuk apa kamu menulis?” pasti banyak jawaban yang berbeda-beda. Tapi, dasarnya mereka ingin tulisan mereka menyebar di antara semua orang. Mereka, termasuk saya, mengharapkan eksistensi dari tulisan itu sendiri.
Ali Radhiallahu Anhu pernah berkata
“ikatlah ilmu dengan menulis”. Karena telah di ketahui bahwa tidak semua orang mampu menghapal setiap apa yang dia pernah dengar, lihat atau rasa. Mungkin, jika hanya sekitar satu atau dua hari kita masih bisa mengingat kejadian apa yang telah terjadi dalam kehidupan kita. Tapi, cobalah untuk mengingat kejadian anda di masa silam. Misal, kejadian lima belas tahun yang lalu. Dengan ini saya ingin mengatakan bahwa menulis adalah cara yang tepat untuk merekam setiap memori yang kita lalui.
Bagi seseorang yang ingin menjadi penulis maka dia tidak akan pernah bisa luput dari membaca. Karena, tidaklah mungkin seseorang pandai menulis tapi malas membaca. Adalah sebuah kebutuhan bagi seorang penulis akan aktivitas membaca itu sendiri. Eksistensi menulis akan senantiasa berdampingan dengan aktivitas membaca. Bagi seseorang yang ingin tulisannya berkualitas, membaca adalah cara utama meningkatkan keterampilan jemari dalam melahirkan sebuah karya tulisan.
Sebelum menulis, para ulama-ulama terdahulu senantiasa mengawalinya dengan membaca, mengkaji, dan memahami kitab-kitab yang berhubungan dengan apa yang akan mereka tulis. Sehingga lahirlah karya-karya agung yang menjadi rujukan bagi para pecinta ilmu.
So, Eksistensi menulis akan selalu berdampingan dengan eksistensi membaca
Semangat untuk berkarya yaaa !!!!

Dinda Lindia Cahyani


27.01.15

No comments:

Post a Comment