Tuhan kirimkan pagi tuk temaniku
mengawali hari
Sebelum sekarang, ada hari kemarin
yang menjadi memoriku
Yang setia mengantarku merengkuh
ilmu tuk hari esok-ku
Tersenyum sang fajar berbagi energi
Berayun langkahku merobek hutan
kawan sang alam
Satu masa, Fajar tak mau keluar,,,
Dia tak lagi bersinar…..
Ku tanya Tuhan, mengapa dia enggan
menyapaku?
Apa salah seorang anak? Sampai petang
langit pun kelam
Ah, akhirnya pagi berganti pagi…
Masihkah fajar bersinar?
Pagi ku kini berbalut sendu,
bersama gerimis yang rupaku pilu
Kemarin itu……
Saat fajar telah tenggelam di ufuk
barat… dilangit merah….
Disanalah fajar terbenam dan
kembali pada Tuhan
Yang merindumu…… Anakmu !!!!
Dinda Lindia Cahyani
Cileungsi, Bogor – Indonesia
Januari, 19 - 2015