Oleh : Dinda Lindia
Cahyani, IDFAM3210U
“Res…., Kamu kenapa?”.
Tanyaku.
Beberapa hari ini Resni
menjauhiku. Entah, apa yang membuatnya bersikap seperti itu. Aku mencoba
menyelidik karena merasa tak nyaman dengan sikapnya yang menurutku berubah.
“Gak apa-apa”. Jawabnya
ketus.
Hari-hari pun berlalu. Aku
sudah mulai menjalin ikatan baik lagi dengan Resni.Tapi, aku masih penasaran
kenapa dengan sikap yang ditunjukannya waktu itu. Aku beranikan diri bertanya
padanya.
“Res…, waktu itu kenapa
kamu kok kelihatannya marah sama Nda?”.
“hah?... kapan?” Jawabnya
dengan raut muka yang sedang mengingat-ingat kejadian yang aku sebut.
“Itu, saat kamu sedang
nunggu angkutan umum, Nda samperin terus nanya. Tapi kamu malah nyuekin Nda”.
Paparku.
“Oh, hmmm. Aku marah
karena kamu berteman dekat dengan orang lain. Aku, nggak suka kamu dekat dengan
mereka”. Wajahnya berubah kesal.
“Ya ampun. Kirain
kenapa?!. Res… Nda berteman dengan semua orang. Tidak perduli laki-laki atau
perempuan. Baik atau buruk, yang jelas Nda cuma ingin punya banyak teman. Dan,
seberapa dekat pun hubungan Nda dengan mereka. Resni tetep temen baik Nda”. Jelasku
meyakinkannya.
Setelah itu, kami
mencoba saling mengerti. Bahwa pertemanan bukan hanya sekedar kedekatan fisik. Melainkan
hati dan doa itu yang lebih utama. Meski jarang bertemu, tapi keyakinan akan
persahabatan itu selalu ada dalam diri kami.
Pelangi Negeri
27.01.15

No comments:
Post a Comment