Pages

Sunday, 11 January 2015

Tersenyumlah

Tersenyumlah
Intisari dari salah satu pembahasan buku Laa tahzan karya  Dr. Aidh Al-qarni






Rasulullah bersabda : “……. Meski engkau hanya menjumpai saudaramu dengan wajah berseri….”
Tersenyum adalah salah satu sikap dari kerendahan hati , kedermawanan  sifat, kewibawaan perangai dan ketanggapan pikiran.
Bukan berarti kita harus tertawa terbahak-bahak, karena tertawa bereda dengan terseyum. Tertawa yang berlebihan menyebabkan hati menjadi mati. Namun dengan tersenyum engkau akan memberikan warna yang berbeda untuk orang-orang sekitarmu.

Abu Tamam mengatakan :
“Demi jiwaku yang bapakku menebusnya untukku,
Ia laksana pagi yang diharapkan dan bintang yang dinantikan.
Canda kadang menjadi serius
Namun hidup tanpa canda jadi kering kerontang”

Muram durja dan muka masam adalah cermin dari jiwa yang galau, pikiran yang kacau dan kepala yang rancau balau.
Dalam Faidhul Khatir, Ahmad amin menjelaskan, “orang yang murah tersenyum dalam menjalani hidup ini bukan saja orang yang paling mampu membahagiakan diri sendiri, tetapi juga orang yang paling mampu berbuat, orang yang paling sanggup memikul tanggung jawab, orang yang paling tangguh menghadapi kesulitan dan memecahkan persoalan, serta orang yang paling dapat menciptakan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.
Apa artinya harta dan jabatan jika sulit untuk tersenyum. Karena senyuman adalah simbol kebahagiaan. Apa artinya istri yang cantik atau suami yang tampan jika hanya cemberut dan sulit untuk tersenyum seakan keluarga dipenuhi dengan beban yang begitu berat. Tersenyumlah….. !!!!

Senyuman tak aka nada harganya bila tidak terbit dari hati yang tulus dan tabiat dasar seorang manusia. Setiap keindahan yang Allah ciptakan senantiasa tersenyum. Bunga-bunga, langit, bintang-gemintang, bulan… Dan manusia sesuai watak dasarnya adalah makhluk yang suka tersenyum. Kecuali, bila dalam dirinya bercokol penyakit tamak, jahat dan egoisme karena jika itu terjadi maka dia akan menjadi manusia yang tidak pandai mensyukuri keindahan alam ciptaan Allah, Tuhan semesta alam. Tersenyumlah….. !!!

Bukan senyuman yang sinis, bukan pula senyuman mengejek. Namun senyuman yang muncul dari keikhlasanlah yang dibutuhkan…
Orang yang terbiasa tersenyum akan tampak diwajahnya. Sebesar apapun masalahnya dia akan senantiasa menghadapinya dengan senyuman. Dibalik senyuman ada pahala, ada sedekah yang mampu memberikan kebahagian bagi orang lain yang menerimanya.

Siap untuk tersenyum???? Mulai dari sekarang… Bismillah….
Jika tidak terbiasa dengan tersenyum, belajarlah di depan cermin. Lihat dirimu ketika tersenyum. Bukankah ia lebih memesona jika paras dihiasi dengan senyuman.

Barokallah semoga Bermanfaat
Wallahu a’lam bishowab
NB : Senyum juga merupakan terapi bagi penyakit ^^
Dinda Lindia Cahyani
Cileungsi, Bogor  - Indonesia

Januari, 11 – 2015