Pages

Saturday, 12 September 2015

Aku Bulan, Kau Matahari

Aku Bulan, Kau Matahari


Oleh : Dinda Lindia Cahyani

Aku hanya bulan
Bersinar dari cahaya pinjaman
Tersenyum saat malam, penuh kepalsuan
Sejatinya aku kelam; muram
Kau matahari!
Sumber senyum yang kubagi
Terkadang menutupiku sempurna
Membuat kegelapan seutuhnya aku hina, gerhana
Saat siang menjelang
Kau bertengger di dahan-dahan Tuhan
Tak mampu kupandang, kau silau
Meski awan kelabu membelenggu, kau tersenyum di baliknya.
Aku bulan, kau matahari
Aku dipuji-puji tuan yang sedang merindu; pilu
Sedangkan kau dipuja-puja semangat menggebu
Pada fajar pagi, dan senja
Kita mungkin bersatu, namun menjadi gelap
Aku bulan, kau matahari
Tanpamu aku lenyap


Bekasi, 28 Dzulqa’idah 1436 H / 12 September 2015 M



Musibah di Mekkah, Alat Berat Jatuh; Kurang Lebih 107 orang Meninggal, 203 Orang Terluka






Oleh : Dinda Lindia Cahyani

27 Dzulqa’idah 1436 H/ 11 September 2015, telah terjadi musibah yang menggemparkan seluruh dunia. Kejadian jatuhnya alat berat di sekitar Masjidil Haram menyebabkan kurang lebih 107 jama’ah haji meninggal dan 203 orang luka-luka.

Friday, 11 September 2015

Kekeringan Melanda Cibarusah

Kekeringan di Cibarusah
 Kekeringan Melanda Cibarusah
Oleh : Dinda Lindia Cahyani
Jika diperhitungkan mungkin sudah sekitar tiga bulan kabupaten Cibarusah dilanda kekeringan. Ternyata, air adalah sumber utama melimpahnya rezeki bagi sebagian warga Cibarusah, Bekasi. Sekitar dari bulan Juli sampai September ini, hujan belum juga membasahi tanah para petani. Membuat ekonomi menjadi lumpuh.
Petani yang biasanya mendapatkan hasil panen yang melimpah, menjadi gagal total. Padahal modal keluar berjuta-juta. Meskipun sebagian petani ada yang mendapatkan hasil, tak seperti saat musim hujan yang untuk mengairi sawah pun mudah. Sungai-sungai kering, sawah-sawah juga ikut kekeringan. Bukan hanya itu, beberapa ternak milik warga juga mati disebabkan rumput-rumput tak tumbuh menghijau.
Air untuk kebutuhan sehari-hari saja susah. Bukan hanya karena sumurnya yang kering, tapi juga karena air yang mengalir itu kotor seperti mengandung unsur besi berkarat dan juga lumpur. Air bersih sangat sulit didapat. Terkadang ada beberapa lembaga yang memberikan bantuan air bersih. Namun, tetap saja tak bisa diperoleh setiap hari. Sedangkan kebutuhan memasak dan mencuci itu pasti relatif sering dilakukan warga. Warga yang menggunakan air dari PDAM juga terkadang mengeluh karena air tak selalu lancar mengalir.
Inilah ujian Allah, apakah kita masih bisa bersyukur? Atau malah marah-marah mendakwa Tuhan. Mungkin selain ujian, bisa jadi ini teguran. Agar kita senantiasa bersyukur dalam kondisi apapun. Terkadang saat Allah melimpahkan rezeki dari langit dan bumi, manusia sering lupa untuk menunaikan kewajibannya. Berzakat.
Allahlah yang mencurahkan air dari langit :
“Dan Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang sangat bersih. [48]. Agar (dengan air itu) Kami menghidupkan negeri yang mati (tandus), dan Kami memberi minum kepada sebagian apa yang telah Kami ciptakan, (berupa) hewan-hewan ternak dan manusia yang banyak. [49]. Dan sungguh, Kami telah mempergilirkan (hujan) itu di antara mereka agar mereka mengambil pelajaran; tetapi kebanyakan manusia tidak mau (bersyukur), bahkan mereka mengingkari (nikmat).” QS. Al-Furqan.
Semoga ini bisa mengingatkan. Dalam kondisi apapun kita harus selalu bersyukur agar tidak kufur akan nikmat. Allahu a’lam.
Bekasi, 28 Dzulqa’idah 1436 H / 11 Septermber 2015





Cibarusah, Bekasi - Kekeringan

Kekeringan melanda beberapa daerah