Pages

Friday, 13 May 2016

Sayap Emas


“Akulah sayapmu, yang kau butuhkan
Untuk nanti terbang, ke surga Dia”
-KD, Ost. SYTD-

Dahulu kala, terkisah seorang puteri yang terjatuh dari langit. Di sebuah perkampungan yang penuh dengan taman bunga, dia tinggal seorang diri. Kampung itu sepi dan tidak berpenghuni. Awalnya dia merasa heran dan kebingungan, namun seiring dengan waktu pun sang puteri terbiasa dengan kesendiriannya.

Pada suatu hari puteri berjalan-jalan di taman. Sesekali ia mencoba terbang dengan sayapnya yang robek karena jatuh dan tersangkut di sebuah pohon. Namun dengan wajah yang ditekuk ia menghembuskan napas kesal. Sayapnya tak berpungsi sama sekali. Ia pun pergi ke tebing yang tinggi hendak mencoba kemampuan terbangnya. Tangan dan sayapnya ia bentangkan lalu dengan mata tertutup sang puteri hendak melompat dari tebing. Tiba-tiba seseorang menahannya dengan suara yang keras.

“Kamu belum siap!”

Puteri seketika membuka mata dan menahan kakinya yang hendak melompat. Lalu ia mencari sumber suara.

“Kamu belum siap terbang dengan sayap rusak seperti itu, Puteri!” Seorang lelaki berdiri dengan memasang wajah khawatir.

“Siapa kamu?”

Monday, 9 May 2016

Salam Malam






Assalamu'alaikum malam


Salam pun terucap untuk bintang, bulan, dan makluk Tuhan yang bermunculan di kala senja bermulai
Di sini hati masih seperti yang lalu, menyepi dalam asa. Bahagia bersama takwa. 
Mungkin memang keadaan tak selalu sama. 
Yang paling berarti, saat malam mulai menyelimuti maka itulah waktu yang terbaik. 
Terbaik mencurahkan isi hati dan menyendiri. 


Malam,  
Kau tempat aku menyeka lelah
Bernapas setelah hari-hari yang menyesakkan.
Bermimpi di saat kenyataan tidak terlalu indah untuk dihadapi
Malam...
Aku tahu besok kau akan lenyap seiring matahari menghampiri
Namun kutahu pasti, Tuhan akan mengembalikanmu untuk menghiburku. 
Begitulah, karena kau tercipta untuk melengkapi,
Salam terindah sebelum lelapku. 

Bunga Liar

Bunga Liar


Bunga ini hampir sama dengan bunga Thistle, itu kalau di Scotland. Entah apa namanya kalau di Indonesia. Yang jelas, bunga ini sering muncul di pinggiran jalan pada rumput-rumput liar.
Bentuknya yang kecil tidak terlalu mencolok perhatian orang.
Namun, saya senang melihat bunga ini.
Kenangan manis saat kecil, saya pandai membuat mahkota atau tiara dari bunga ini.
Jika dicoba sekarang entah masih bisa atau tidak.
Rindu sekali untuk melihat sekelompok bunga ini bermekaran.
Dia tidak memiliki bau. Kelopaknya yang kecil membuat saya terpesona.