Pages

Sunday, 8 May 2016

My Adorable Kein


“Satu roti tawar, dan lima roti isi cokelat,” ucapku sambil menyerahkan pesanan Bibi Anna.

“Dan ini bagianmu, ambil kembaliannya.” Bibi Anna menyerahkan selembar uang bernilai seratus ribu rupiah.

“Wah, terima kasih. Mimpi apa aku semalam? Tapi, ini terlalu banyak.” Merasa tak nyaman aku pun mencoba memberikan uang kembalian.

“Tak apa. Aku senang memberimu. Ini jarang-jarang, kan?” Perempuan separuh baya itu tersenyum dan berjalan sambil melambai ke arahku. “Dua hari lagi jangan lupa antar seperti biasa, jangan telat ya?” Senyum merekah dari wajahnya.

“Baiklah, sampai jumpa.” Aku pun kembali mengayuh sepeda dengan beberapa roti di keranjang depan yang belum selesai diantar.

Rutinitas ini sudah kujalankan selama setahun. Selain pengalaman, koneksi dengan pelanggan juga menjadi hal yang menyenangkan. Walau terkadang, beberapa dari mereka sering mengeluh karena aku salah menyerahkan roti pesanannya.

Aku menarik rem sepeda dengan sekaligus, hampir saja seseorang tertabrak olehku. Seorang laki-laki berdiri memegang dada sembari menghela napas.

A Blogger




“Are you a blog writer?”

“Hu’um,” jawabku.

“Apa asyiknya? Kenapa tak kau coba mengirim tulisan ke media. Bisa dinikmati orang dan juga mendapat penghasilan tambahan.” Fa menyelidik sembari memberi masukan.

Aku berdiri, berjalan mendekati jendela yang terbuka. Di langit tampak biru dan juga gumpalan awan yang bergerombol. Sesekali angin bertiup mengusap wajahku lembut. Secangkir kopi di tangan kuteguk perlahan.

May, what should i do?


Well, i'm not going anywhere. 
Bored?
Of course! Never ask me about that. 
So what are you doing in this long may?
Sitting around the room and have a nice sleep rest. 
What should i do?
Menjadi karyawan memang terkadang membosankan. Karena harus terikat dengan rutinitas tertentu. Jika bertemu dengan hari libur pun yang diinginkan hanyalah bermalas-malasan. Because the work days will come again to againts your strength. 
In the free days, i really want to kill the time. But i have no choice. Lazy to move or something else. 
Apa ini sebuah keluhan?
I think it is... 
What should i do?
Let's replan again what have planned before. Maybe there're something wrong with those. 
I can't focus to my passion. 
For now... 
I just want to walk through the way infront of me.